10 Cara Jitu Membuat Pelatihan Internal Efektif bagi Karyawan

Pelatihan internal adalah metode yang efektif, membuat bersemangat, dan jitu untuk meningkatkan kemampuan karyawan. Apakah pelatihan diberikan di tempat kerja, dari pelatih dan mentor informal atau formal, atau mungkin di restoran enak, pelatihan internal berpotensi berdampak positif pada pembelajaran dan pengembangan karyawan. Cari tahu bagaimana cara mengadakan pelatihan internal yang maksimal dan efektif di artikel ini.

Pelatihan internal memberi keuntungan tersendiri bagi stakeholder perusahaan dan karyawan, yang tidak didapatkan jika kita mengirim karyawan untuk mengikuti program pelatihan atau seminar eksternal. Transfer keahlian terjadi secara lebih alami, dan karyawan yang menjadi mentor atau coach memperkuat keahlian mereka dengan cara memberi pelatihan kepada karyawan lain.

Pelatihan internal meningkatkan keterampilan karyawan dan memastikan kesiapannya untuk jenjang promosi berikutnya, atau kelayakan untuk transfer jabatan internal. Karena itulah, pelatihan internal umumnya jauh lebih unggul daripada seminar atau workshop publik.

 

Keuntungan Internal Training

Pelatihan internal biasanya mengajarkan dan membahas contoh kasus dari konflik, masalah, dan tantangan yang nyata dan memang terjadi di perusahaan. Masalah dan tantangan yang dibahas pada pelatihan semacam ini akan ditemui peserta setiap hari di tempat kerja. Karena itulah, pelatihan internal jika dilakukan dengan baik akan mampu memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh para peserta untuk berhasil dalam pekerjaan mereka. 

Tak hanya itu, pelatihan internal juga mempersiapkan karyawan untuk sukses dalam pekerjaan mereka berikutnya.

Pelatihan internal disajikan dalam bahasa dan terminologi yang dipahami dan dapat dipahami oleh peserta, karena itu berkaitan langsung dengan pekerjaan mereka. Pelatihan semacam inilah yang akan mengembangkan keterampilan karyawan dan memperkuat pengetahuan mereka tentang pekerjaan mereka.

Selain itu, mengadakan pelatihan internal akan memperkuat kemampuan dan keterampilan karyawan senior yang memberikan pelatihan. Kita tentu akrab dengan pepatah lama yang mengatakan bahwa cara terbaik untuk belajar adalah mengajarkannya kepada orang lain.

Jika kita ingin berinvestasi dalam program pelatihan, kita harus mengatur agar pelatihan berjalan dengan efektif dan penuh manfaat. Jika tidak, karyawan mungkin merasa mereka adalah korban “pelatihan wajib” yang sia-sia. Jika tidak ada manfaat bagi mereka, maka tidak ada manfaat bagi organisasi kita.

Sebagai fasilitator pelatihan, kita perlu memacu perubahan organisasi yang positif, baik itu produktivitas, budaya perusahaan, hubungan interpersonal, keterlibatan karyawan, kecerdasan emosi, atau keterampilan kepemimpinan. Bagaimana caranya? Simak 10 kiat yang sering dipraktekkan para pakar dalam menjalankan program pelatihan internal yang efektif, menurut pakar leadership Anne Loehr.

 

10 Tips Jitu Mengadakan Pelatihan Internal yang Efektif

1) Dukungan Top Management

Program pelatihan yang sukses membutuhkan dukungan penuh dari jajaran kepemimpinan. Para pemimpin harus berkomunikasi dengan karyawan sejak awal mengapa pelatihan itu penting dan bagaimana pelatihan itu akan membantu mereka. Pesan ini harus diulangi dengan setidaknya dalam lima menit kata pengantar oleh pemimpin organisasi pada setiap pelatihan.

 

2) Lanjutkan Diskusi dengan Pelajaran yang Berkelanjutan

Program pelatihan bukanlah toko serba ada. Peran fasilitator pelatihan adalah untuk memulai diskusi dan memberikan pengetahuan dan alat untuk perubahan. Peran organisasi adalah untuk membuat diskusi itu terus berjalan. Tidak mungkin memperbaiki semuanya dalam dua jam, jadi yang terbaik adalah jika organisasi menindaklanjuti dengan diskusi internal yang terus berlangsung.

Cara lain untuk menjaga percakapan tetap berjalan adalah dengan menyediakan sumber daya tambahan bagi karyawan, seperti artikel, video, podcast, atau latihan. Beberapa manajer bahkan dapat memilih untuk memberikan hadiah kepada mereka yang menyelesaikan program pelatihan.

 

3) Buat Karyawan Merasa Ingin dan Butuh Pelatihan

Kita tidak pernah bisa menjamin bahwa karyawan benar-benar ingin mengikuti pelatihan, tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan peluang tersebut. Salah satu caranya adalah berkomunikasi dengan karyawan untuk melihat jenis pelatihan apa yang mereka inginkan, atau apa yang mereka rasakan akan bermanfaat bagi tim mereka. 

Cara lain adalah dengan mengirimkan survei untuk masukan karyawan. Survei dapat secara khusus tentang pelatihan, atau bisa juga tentang cara-cara anggota tim berpikir tim mereka, atau organisasi, dapat meningkat jadi lebih baik.

 

4) Sajikan Makanan Enak!

Kedengarannya sederhana, tetapi menyajikan makanan sebelum pelatihan membuat perbedaan besar karena bertindak sebagai mekanisme komunikasi. Duduk dan makan bersama menciptakan percakapan, yang dapat ditingkatkan ketika topik diskusi dibahas. Strategi makan-makan hanya berfungsi jika laptop dan telepon disimpan dan pelatihan berada di zona bebas-kerja.

 

5) Tunjuk Koordinator Pelatihan dari Kalangan Karyawan

Pilih karyawan yang terlibat untuk mengoordinasikan detail presentasi. Jika fasilitator bahkan tidak tahu siapa yang memperkenalkan mereka sebelum pelatihan, atau karyawan bahkan tidak tahu topiknya, itu masalah.

 

6) Informasikan Mentor Soal Bagaimana Program Pelatihan Terkait dengan Tujuan Organisasi

Beri tahu mentor mengapa topik ini penting saat ini, dan bagaimana cocoknya di organisasi kita. Para pemimpin di perusahaan perlu memikirkannya sebelum memutuskan untuk mengadakan program pelatihan tertentu.

 

7) Persingkat Deskripsi Program

Sekali lagi, ini tampak sederhana, namun sangat penting. Deskripsi program harus sangat jelas sehingga karyawan tahu apa yang diharapkan, dan siap untuk berpartisipasi. Jika deskripsi itu menarik—itu bahkan lebih baik. Adalah baik untuk menggunakan fakta dan statistik dalam deskripsi program kita; ini membantu karyawan melihat pentingnya topik.

 

8) Lakukan Tanya Jawab Pasca Pelatihan

Selalu pancing tanya jawab dengan para pemimpin perusahaan/divisi setelah karyawan menyelesaikan pelatihan. Misalnya, jika kita seharusnya memiliki 30 peserta dan hanya 15 yang hadir, itu mengatakan pelatihan tidak dikomunikasikan dengan baik dan/atau kepemimpinan tidak mengungkapkan betapa pentingnya hal itu. 

Menghabiskan uang dan waktu untuk program pelatihan, tetapi tidak mengomunikasikan pentingnya menghadiri pelatihan, adalah menyia-nyiakan kesempatan untuk pertumbuhan.

 

9) Kumpulkan Feedback dari Karyawan Sebelum dan Sesudah

Gunakan survei atau metode lain untuk mengukur hal-hal seperti keterlibatan karyawan atau sikap terhadap pekerjaan sebelum pelatihan berlangsung. Apa yang kita ukur tergantung pada topik pelatihan. 

Waktu terbaik untuk mengumpulkan feedback adalah enam bulan setelah program. Sebuah pertanyaan kunci untuk ditanyakan adalah, “Apakah Anda benar-benar menerapkan ini pada pekerjaan Anda?” Apa yang pernah kita capai dengan pelatihan kita dapat diukur dengan cara ini.

 

10) Jembatani Kesenjangan Antara Pengetahuan dan Tindakan

Salah satu kesalahan terbesar yang terlalu sering dilakukan organisasi adalah gagal menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Dengan kata lain, mereka menghabiskan banyak waktu dan uang untuk pelatihan, tetapi tidak memberi karyawan kesempatan tepat waktu untuk mentransfer pengetahuan yang mereka peroleh menjadi tindakan.

Pakar pelatihan karyawan Julie Winkle Giulioni percaya dalam mengembangkan rencana aksi: “Organisasi, pemimpin, dan individu berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan melalui lokakarya tradisional berbasis kelas, e-learning, webinar, aplikasi, pendampingan, pengalaman, dan banyak lagi,” kata Giulioni.

“Tetapi upaya pembelajaran formal dan informal tidak memenuhi serangkaian hasil yang mungkin jika kita tidak secara metaforis melewati garis finish dengan menghidupkan pembelajaran. Perencanaan tindakan adalah menjembatani wawasan dan hasil yang ingin diraih.”

Kita bisa meningkatkan peluang bahwa karyawan akan mengubah pengetahuan menjadi tindakan dengan menyiapkan mereka untuk sukses. Selalu beri peluang pada karyawan untuk berdiskusi sebelum mereka meninggalkan sesi pelatihan apa pun.

 

Mengapa Pelatihan Internal Penting?

Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesional dan peluang pembelajaran adalah kunci untuk keterlibatan karyawan. Inilah hasil survei yang membuktikan hal itu:

Kepercayaan pada kepemimpinan senior adalah pendorong keterlibatan terkuat, pertumbuhan dan pengembangan adalah yang kedua (Survei Modern).

52% dari milenial mengatakan peluang untuk pengembangan karir adalah kualitas yang paling diinginkan di tempat kerja, upah kompetitif dan insentif keuangan (44%), program pelatihan dan pengembangan karyawan yang bagus (35%) (PwC).

Karyawan yang mendapat kesempatan untuk terus berkembang memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mengatakan bahwa mereka akan menghabiskan karir mereka di perusahaan tempat mereka bekerja saat ini (Gallup).

53% dari karyawan milenial mengatakan mempelajari hal-hal baru atau memiliki akses kepada peluang pengembangan profesional akan membuat mereka bertahan pada pekerjaan mereka (EdAssist).

Jadi, jika kita ingin mempertahankan talenta-talenta di perusahaan, kita perlu menawarkan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Belum lagi, seluruh organisasi akan mendapat manfaat dari pengetahuan baru, perubahan positif, dan hasil dari keterlibatan karyawan. 

 

PQM Consultants menyelenggarakan workshop Effective Training Management pada tanggal 18-19 September 2019 dalam bentuk Public Training, informasi lebih lengkap dapat Anda simak di sini.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *