5 Alasan Program ‘Training the Trainer’ Lebih dari Sekedar Penghematan Training Budget

Training the Trainer adalah model pengembangan sumber daya manusia yang sering digunakan di tempat kerja. Karyawan yang dilatih menjadi trainer kemudian melatih karyawan lain, dan pada saat yang sama mengajar mereka untuk melatih karyawan lain lagi. Karena trainer ini akan membagi ilmu dan pengalaman mereka kepada karyawan lain, mereka haruslah individu yang berpengalaman dan profesional. Tapi sebelumnya, mari kita telaah seberapa menguntungkannya konsep Training the Trainer bagi perusahaan.

Pelatihan karyawan alias employee training yang terus-menerus dilakukan sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang perusahaan mana pun. Namun seringkali, program pelatihan tidak berlanjut hanya karena terbentur masalah biaya, atau perusahaan merasa program pelatihan eksternal tak membuahkan hasil yang diharapkan.

Menurut statistik yang dipaparkan konsultan Guthrie-Jensen, perusahaan di level global merugi hingga $13,5 juta setiap tahun per 1.000 karyawan, karena pelatihan yang tidak efektif. Sebagai solusinya, banyak juga perusahaan yang mengadopsi program ‘Training the Trainer’ untuk mengembangkan tenaga ahli di perusahaan tanpa harus berkali-kali mengirim karyawan untuk mengikuti pelatihan eksternal yang mahal biayanya.

Tapi benarkah program Training the Trainer hanya menguntungkan perusahaan di sisi biaya?

Nyatanya, program Training the Trainer memberi perusahaan karyawan yang mampu memberi pelatihan internal kepada karyawan lain, sekaligus memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan membuahkan hasil yang diharapkan.

Supaya pelatihan internal karyawan berbuah kesuksesan, trainer atau pelatih dalam perusahaan harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Saat Anda melatih para in-house trainer secara teratur, Anda memastikan bahwa seluruh karyawan di organisasi Anda terlatih dengan baik.

Mengapa Program ‘Training the Trainer’ Krusial bagi Perusahaan?

Pekerja terampil saat ini makin sulit ditemukan. Agar tetap kompetitif, produktif, dan menguntungkan, organisasi memerlukan pelatihan yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil. Karenanya, peran trainer dalam perusahaan sangat dibutuhkan, dan mereka harus dibekali keterampilan praktis dan strategi pelatihan terbaru untuk melakukan pelatihan internal dengan baik.

Proses Training the Trainer memberikan instruksi, pembinaan dan umpan balik untuk mempersiapkan mereka yang diproyeksikan untuk memberikan pelatihan dalam perusahaan, baik di level supervisor ataupun manajer. Jika Anda sudah memiliki trainer dalam perusahaan, itu hal bagus. Namun ada hal lain yang dibutuhkan agar peran mereka mampu membawa keuntungan bagi perusahaan.

Selama program Training the Trainer, trainer atau pelatih in-house diajari cara menyampaikan materi dan lokakarya. Jika disampaikan oleh instruktur yang lebih berpengalaman, kursus ini mencakup semuanya, mulai dari cara mendesain materi pelatihan, hingga keterampilan interpersonal yang lebih baik. Kisarannya tidak terbatas.

Para in-house trainer juga juga harus diajari cara membangun sesi pelatihan atau lokakarya. Seorang anggota staf internal yang telah dipilih untuk memberikan pelatihan internal mungkin mengetahui subjek secara menyeluruh, tetapi apakah orang itu pernah diajari cara membangun sesi pelatihan dengan cara yang akan mendatangkan hasil terbaik? Jika mereka akan memberikan handout atau manual kepada setiap peserta pelatihan, apakah mereka pernah diajari bagaimana cara menyusun buku manual dan konten pelatihan?

Dalam situasi di mana pelatihan bagi trainer dalam perusahaan belum dilakukan, ada kemungkinan bahwa tidak peduli seberapa baik in-house trainer Anda menguasai materi, pelatihan internal yang mereka berikan tidak akan bisa mencapai hasil maksimal dibandingkan jika trainer sudah mengetahui bagaimana cara melatih, dan mengarahkan jalannya pelatihan kepada target yang diinginkan perusahaan.

Jika trainer di perusahaan sudah dibekali dengan baik, setiap sesi pelatihan internal menjadi lebih bermakna, dan memiliki lebih banyak dampak, bisa memberikan hasil yang lebih banyak dengan lebih sedikit waktu yang dihabiskan.

Dengan menggunakan pendekatan ini, perusahaan dapat dengan cepat membangun tim instruktur internal, dan inisiatif pelatihan dapat berjalan dengan tepat guna.

Efek piramida dari model ‘Training the Trainer’ juga berarti lebih banyak orang dapat dilatih dalam waktu yang jauh lebih sedikit, dan dengan biaya di muka yang lebih rendah. Tapi itu hanya permulaan. Masih banyak manfaat lain dari menerapkan program Training the Trainer di perusahaan:

1) Memastikan Transfer Keahlian dengan Permanen

Seperti yang terjadi pada banyak pelatihan, seringkali tak ada tindak lanjut yang dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan keahlian karyawan setelah pelatihan awal. Ini berarti perbaikan yang dilakukan di sisi karyawan cenderung tidak berlangsung lama.

Tanpa rencana untuk mempertahankan keterampilan dan kebiasaan baru yang didapat dari pelatihan, karyawan kemungkinan akan kembali kepada cara lama dalam melakukan sesuatu. Ini membuat seluruh program pelatihan jadi percuma.

Dengan berinvestasi dalam program Training the Trainer, Anda memastikan selalu ada in-house trainer yang kompeten untuk menindaklanjuti pelatihan yang diterima karyawan, hingga keterampilan baru karyawan menjadi kebiasaan yang permanen.

2) Menghindari ‘Downtime’ di Tempat Kerja

Bayangkan jika sebuah bisnis mengidentifikasi masalah yang membutuhkan pelatihan atas seluruh karyawan mereka. Apakah bisnis akan tutup sementara staf dilatih? Sangat sedikit bisnis yang mampu melakukan hal ekstrem seperti itu.

Memiliki pelatih internal berarti seluruh karyawan Anda memiliki pelatih pribadi mereka sendiri, yang dapat mengadakan sesi pelatihan di tempat kerja. Dengan menyesuaikan pelatihan dengan jadwal karyawan, setiap gangguan bisnis potensial dapat dihindari.

Jika tidak mungkin untuk menghindari seluruhnya, maka setidaknya gangguan operasional akibat jadwal pelatihan karyawan dapat diminimalisir.

3) Memungkinkan Pelatihan Dirancang Sesuai Kebutuhan

Pelatih internal (atau tim pelatih internal) memahami budaya organisasi, produk perusahaan, dan kebutuhan pelanggannya. Ini memungkinkan mereka untuk membuat program pelatihan yang sesuai dengan staf dan perusahaan mereka.

Karena menjadi bagian dari bisnis, para in-house trainer juga memiliki berbagai studi kasus internal dan contoh-contoh perusahaan untuk dijadikan bahan pelatihan. Ini akan membuat jauh lebih mudah bagi pelatih internal untuk mengidentifikasi situasi di mana mereka terbiasa, dan lebih mungkin untuk mengimplementasikan apa yang telah mereka latih.

Dengan demikian, organisasi sebenarnya lebih mungkin untuk mencapai tujuan pelatihan yang ditargetkan, daripada jika mereka menggunakan perusahaan luar untuk melatih karyawan mereka.

4) Mengurangi Biaya Terkait Pelatihan

Pelatihan in-house dilakukan oleh karyawan sendiri akan menghemat banyak biaya pelatihan. Perusahaan tak perlu mengeluarkan biaya per kepala untuk mengirim karyawan mengikuti pelatihan di luar perusahaan.

Jika menggunakan perusahaan pelatihan eksternal, pelatihan yang dilakukan beberapa kali perbulan akan membuat perusahaan harus membayar biaya yang sama atau lebih besar daripada gaji karyawan yang didapuk menjadi pelatih in-house.

Mengadakan pelatihan in-house juga berarti perusahaan tak perlu membayar biaya perjalanan terkait pelatihan, biaya pemesanan hotel, atau biaya parkir.

Pelatihan in-house umumnya lebih sering dilakukan di lokasi perusahaan daripada di hotel atau tempat lain, sehingga perusahaan tidak perlu membiayai transportasi dan akomodasi karyawannya untuk mengikuti pelatihan. Ini adalah solusi penghematan budget pelatihan yang efektif.

5) Tingkat Turnover Karyawan yang Lebih Rendah

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa 40% karyawan yang menjalani pelatihan yang buruk meninggalkan pekerjaan mereka dalam tahun pertama. Pelatihan in-house oleh trainer internal adalah salah satu langkah pertama untuk keterlibatan karyawan.

Ketika seorang karyawan yakin tentang pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama pelatihan awal mereka, mereka dapat membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Lebih penting lagi, ini akan berkontribusi pada peningkatan kepuasan karyawan.

Program Training the Trainer dilakukan untuk memastikan bahwa karyawan di semua departemen di organisasi Anda mendapatkan program pelatihan efektif yang mereka inginkan. Anda merekrut karyawan Anda karena bakat dan potensi yang Anda lihat di diri mereka, jadi manfaatkan potensi itu dengan program pelatihan hebat yang dikembangkan oleh pelatih internal Anda.

Pelatihan karyawan adalah investasi yang dibutuhkan organisasi Anda jika ingin berkembang dan terus bersaing, dan program Training the Trainer dapat membantu organisasi melakukannya. Memiliki pelatih yang kompeten secara internal adalah bagian penting dari program pengembangan sumber daya manusia yang efektif.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *