8 Tantangan Ketika Bekerja Remote dan Cara Ampuh Mengatasinya

Bekerja dari rumah (atau dari manapun selain di kantor) adalah cara ideal untuk menikmati work-life balance dan memiliki banyak sekali manfaat. Namun ternyata hal itu tak semudah yang kita pikirkan. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi para profesional jarak jauh. Jika bekerja di kantor membuat kita menghadapi serangkaian tantangan, beberapa tantangan kerja yang berbeda sebagai karyawan jarak jauh juga bisa mengganggu produktivitas kita.

Popularitas kerja jauh telah meningkat selama beberapa tahun terakhir. Banyak orang, terutama kaum muda, memutuskan untuk bekerja dari jarak jauh. Pekerjaan semacam itu memiliki banyak manfaat. Namun, remote working juga melibatkan banyak tantangan. 

Walaupun terlihat sangat nyaman dan menyenangkan, bekerja jarak jauh ternyata tak semudah yang kita kira. Pada awalnya mungkin terasa sulit, terutama ketika kita baru mulai. Tentu saja, keuntungan dan kenyamanan yang datang dengan bekerja mana pun kita inginkantermasuk dari rumahsangat besar. Namun hambatan yang harus dihadapi pekerja jarak jauh dapat menyebabkan banyak masalah dan justru malah menyebabkan kurangnya keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance). 

Kabar baiknya, masa depan pekerjaan jarak jauh cerah. Jadi, bahkan sebelum kita memutuskan untuk menjadi pekerja jarak jauhbaik pekerja freelance atau pekerja self-employedada baiknya untuk melihat tantangan utama yang mungkin harus kita hadapi. Dan jika kita sudah bekerja dengan cara ini, pastikan kita tidak melakukan kesalahan mendasar yang sering dilakukan para remote worker.

Berikut adalah delapan tantangan umum untuk bekerja dari jarak jauh bagi karyawan, dan kiat tentang cara mengatasinya:

Tantangan #1: Mempertahankan keterlibatan dengan pekerjaan dan fokus

Bekerja dari rumah adalah sesuatu yang bagus bagi mereka tak ingin membuang-buang waktu di jalan, atau ingin mendampingi anak-anak di rumah tanpa harus berhenti kerja. Namun, jauh dari kantor juga memberikan tantangan yang kadang-kadang dapat mengurangi keterlibatan dalam pekerjaan dan menurunkan fokus kita.

Solusi: Pertimbangkan untuk melakukan meditasi atau yoga di hari libur. Hal ini berguna untuk meningkatkan fokus dan keterlibatan mental. Layanan seperti Headspace menyediakan opsi yang tersedia untuk memulai hari kita dengan meditasi, yang dapat membantu kejernihan mental dan pelepasan stres.

 

Tantangan #2: Mengatasi gangguan konsentrasi

Bekerja dari rumah atau tempat lain selain kantor bisa menurunkan konsentrasi. Mungkin kita mendapatkan tamu di rumah, anak minta ditemani bermain, ada anggota keluarga yang mampir dan ingin mengobrol, dan sebagainya.

Solusi: Diskusilah secara langsung dengan pasangan dan anak-anak tentang gangguan selama jam kerja. Jelas, bekerja dari rumah mungkin memberi manfaat besar bagi keluarga, tetapi pastikan untuk menetapkan batasan. Jangan ragu untuk meletakkan tanda di pintu depan atau pintu home office yang bertuliskan, “Jangan ganggu.”

Jika kita tidak suka terlalu tegas, tambahkan catatan yang berbunyi, “Saya akan punya waktu untuk hal lain selain pekerjaan setelah pukul 5 sore.” Tetapkan waktu main dengan anak-anak, atau waktu untuk membantu mereka membuat PR, juga waktu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Akan berguna jika kita memiliki support system (pengasuh atau anggota keluarga) yang bisa menjaga anak-anak ketika kita sedang bekerja.

 

Tantangan #3: Mempertahankan semangat

Bekerja dari rumah berarti mungkin tidak akan ada banyak ucapan selamat dari bos atau rekan setim ketika kita melakukan pekerjaan dengan baik. Meskipun kita terus melakukan kontak dengan rekan kerja, kita mungkin masih merasa terisolasi dan sesekali merasa kurang semangat.

Solusi: Mintalah review atau meeting teratur dengan bos mengenai kemajuan yang dicapai. Jika bos hanya fokus pada bidang tertentu, mintalah umpan balik tentang pekerjaan tertentu yang sudah dilakukan.

 

Tantangan #4: Menemukan sumber inspirasi

Sebagai seorang profesional yang bekerja dari rumah, menemukan sumber inspirasi untuk mendorong proses kreatif adalah kunci penting untuk menjaga agar pikiran tetap aktif.

Solusi: Langit adalah batas untuk mendorong tingkat kreativitas ke level yang lebih tinggi. Lakukan sesuatu yang benar-benar unik, seperti bergabung dengan kelompok lukisan atau fotografi atau mencoba aktivitas kreatif yang selaras dengan karir Anda. Jika Anda seorang penulis, pertimbangkan untuk mengambil kelas menulis kreatif. Sisi konvergen otak Anda (analitik) bekerja sepanjang hari dan membutuhkan aktivitas yang berbeda (kreatif) untuk merasa seimbang dan produktif.

 

Tantangan #5: Mengelola waktu dan proyek yang dijalani

Bekerja dari rumah berarti kita harus mengelola timeline kita sendiri dan bertanggung jawab untuk memenuhi tenggat waktu tanpa pengingat dari bos atau rekan kerja.

Solusi: Tergantung pada kepribadian Anda, manajemen waktu dapat menjadi salah satu tantangan kerja paling umum sebagai pekerja jarak jauh. Gunakan alat dan aplikasi manajemen waktu untuk menggunakan waktu Anda dengan cara yang paling efektif.

Tantangan #6: Mengasah keterampilan

Bergantung pada posisi dan pekerjaan yang dilakukan dari rumah, kita mungkin harus memastikan kemajuan karir Anda sendiri dengan meningkatkan keterampilan sendiri. Jika bos tidak menawarkan peluang internal untuk maju atau memberikan pelatihan berkelanjutan, maka cari kelas di bidang yang sesuai dengan pekerjaan dan minat.

Solusi: Sekarang, kita mungkin langsung merasa bahwa solusi untuk tantangan ini mungkin akan mahal. Namun, ada banyak kursus profesional tanpa biaya yang bisa kita mulai.

 

Tantangan #7: Mengasah keterampilan komunikasi 

Pekerjaan jarak jauh membutuhkan sejumlah besar komunikasi jarak jauh, baik itu dengan atasan langsung, tim, atau klien. Sebagai karyawan jarak jauh, kita kemungkinan akan menggunakan berbagai alat komunikasi untuk melakukan konferensi online dengan rekan dan klien.

Solusi: Jika Anda kesulitan untuk mengekspresikan diri secara verbal, inilah saatnya untuk mendapatkan bantuan. Ada banyak alasan yang bisa membuat kita, dan salah satu alasannya adalah jika kita seorang yang tertutup. Introvert cenderung berkomunikasi lebih baik secara tertulis daripada yang mereka lakukan secara lisan. Apa pun alasannya, cari kursus yang tersedia untuk mengasah keterampilan komunikasi, kerja kelompok dan jejaring, persuasi dan motivasi, dan lainnya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda.

 

Tantangan #8: Memperhatikan kemajuan 

Sebagai pekerja jarak jauh, kita harus menjadi penasihat terbaik bagi diri kita sendiri sendiri untuk menuju kesuksesan dan kemajuan.

Solusi: Sepanjang bulan, catat setiap proyek yang berhasil Anda selesaikan, produktivitas Anda, dan langkah apa pun yang telah Anda ambil untuk meningkatkan keterampilan. Gunakan informasi ini dalam ulasan reguler dengan manajer atau pemilik perusahaan. Memiliki informasi ini pasti lebih bermanfaat untuk kita daripada mengambil informasi hanya berdasarkan perkiraan saja.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *