Akar Apa Yang Kau Pupuk?

Leadership lessons – Difference between Boss and Leadership

Kepemimpinan adalah akar. Hal itu sudah jelas. Namun sungguh, banyak organisasi yang masih menuntut banyak hasil/”buah” dari pohon organisasi mereka namun masih enggan untuk merawat dan memupuk akarnya.

Jon Gordon, seorang coach dalam pengembangan organisasi mengungkapkan ilustrasi ini dengan baik: “Ada sebuah pohon yang selalu menghasilkan buah yang melimpah. Setiap orang mengagumi pohon tersebut yang selalu menghasilkan panen yang banyak setiap tahun.

Sang pemilik pohon selalu menjual hasil buah tersebut ke pasar dan ia mendapat keuntungan yang besar sampai akhirnya ia menjadi orang paling kaya di kotanya. Banyak orang yang iri terhadap sang pemilik pohon.

Tahun-tahun berlalu dan sang pemilik terlalu sibuk menghitung dan menjual buah pohon tersebut sampai ia lupa untuk merawat dan memelihara akarnya. Ia menjadi terlena karena kesuksesan yang ia raih.

Kesombongannya membuat ia mengabaikan adanya tanda-tanda bahwa pohon tersebut mengalami kekeringan. sampai pada suatu saat ketika ia ingin memetik buah pohon tersebut, ia menemukn bahwa pohon tersebut telah menjadi kering dan tandus.

“Bagaimana mungkin hal ini terjadi?” tanyanya. Ketika ia memeriksa akar dari pohon tersebut, akhirnya ia sadar. Akar pohon tersebut telah kering dan mati. Ia terlalu berfokus pada buah sampai ia melupakan akar.

Ia sungguh menyesal dan berharap dapat melakukan sesuatu, namun semuanya sudah terlambat. Sungguh sebuah pelajaran berharga yang tidak akan pernah ia lupakan!

Bagaimana dengan organisasi kita? Apakah kita terlalu berfokus pada hasil, angka, keuntungan sampai-sampai kita melupakan akar yang seharusnya kita pupuk dengan baik?

Sekali lagi, kepemimpinan dalam organisasi adalah salah satu akar. Pupuk dan rawatlah dengan baik maka buah yang dihasilkan akan berlimpah.

So, bagaimana memulainya? Anjurannya senantiasa sama: start within yourself! Setiap dari kita sesungguhnya dalam pemimpin didalam organisasi kita.

Hanya bedanya ada yang memiliki jabatan resmi dan ada yang belum memiliki jabatan resmi. There are leader with title and there are leader without title, but we are all the leader.

Namun kepemimpinan dalam diri kita seringkali selalu berhadapan dengan EGO yang ada pada kita. Ego yang seringkali mendorong kita untuk berperilaku sebagai Boss dan bukan Pemimpin.

Organisasi yang bertumbuh adalah organisasi yang senantiasa membudayakan perilaku “Leader” pada setiap lini dan sebaliknya, organisasi yang hanya bertahan hidup adalah organisasi yang secara tidak sadar membiarkan budaya “Boss” yang bertumbuh.

So what’s the difference between boss and leader?

No Boss Leader
1 Boss Berkata “Lakukan!” Pemimpin berkata “Ayo kita lakukan!”
2 Boss mengatakan “Saya” Pemimpin mengatakan “Kita”
3 Boss memberi instruksi dan perintah Pemimpin memberi arahan dan bimbingan
4 Boss menjaga jarak dengan bawahannya Pemimpin menyatu dengan orang yang ia pimpin
5 Boss tahu banyak hal mengenai tugas yang harus diselesaikan Pemimpin tahu banyak hal mengenai prinsip yang harus diperjuangkan
6 Boss memberitahu hanya melalui perkataan Pemimpin memberi contoh dengan tindakan
7 Boss mengandalkan kekuasaan Pemimpin mengandalkan kerjasama
8 Boss menyalahkan Pemimpin menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan
9 Boss membuat pekerjaan menjemukan Pemimpin membuat pekerjaan menarik
10 Boss dihormati secara semu karena jabatannya Pemimpin dihormati secara sejati karena karakternya
11 Boss tahu bagaimana melakukan intrik Pemimpin tahu bagaimana melakukan inovasi
12 Boss memiliki rencana jangka pendek Pemimpin memiliki visi kuat berdampak menyeluruh dan jangka panjang
13 Boss mengendalikan antar tim secara terpisah Pemimpin memipin antar tim sebagai suatu kesatuan
14 Boss memusuhi dan menghindari resiko Pemimpin maju duluan mengambil resiko
15 Boss memusuhi dan menghindari resiko Pemimpin maju duluan mengambil resiko
16 Boss tahu bagaimana caranya disegani Pemimpin tahu bagaimana caranya dipercaya
17 Para bawahan melihat boss dan menjadi segan Orang yang dipimpin melihat pemimpin, dan menjadi percaya diri
18 Boss pandai mendelegasikan tugas Pemimpin pandai memotivasi dan menginspirasi
19 Boss mudah mengenali dan menilai baik buruknya para bawahan Pemimpin mudah mengenali dan mengembangkan potensi baik orang yang ia pimpin
20 Boss hanya menetap sementara di benak bawahannya Pemimpin akan menetap selamanya di hati orang yang ia pimpin
21 Organisasi yang di dalamnya banyak boss hanya akan berjalan di tempat Organisasi yang didalamnya banyak pemimpin akan maju melesat

Diri kita adalah wadah peperangan antara sifat-sifat boss yang terkadang muncul dengan sifat-sifat leader yang merupakan fitrah jati diri kita. Yang akan menang adalah yang paling sering kita beri pupuk!

 

PQM Consultants menyelenggarakan workshop Supervisory Management pada tanggal 8-10 Oktober 2019 dalam bentuk Public Training, informasi lebih lengkap dapat Anda simak di sini.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *