Bagaimana Statistical Process Control Mencegah Perusahaan Manufaktur Merugi?

Bagaimana jika produk andalan Anda gagal diproduksi? Bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang harus ditanggung! Ketika berbicara tentang wawasan manufaktur, terlalu banyak informasi tidak pernah menjadi hal yang buruk. Lagi pula, mendapatkan wawasan real time dalam proses kontrol kualitas pabrikasi Anda adalah yang terpenting, karena dapat mencegah Anda mengeluarkan biaya tak terduga yang diakibatkan oleh gangguan proses dan masalah kualitas produk.

Mencegah gagalnya proses produksi adalah tugas penting bagi setiap perusahaan manufaktur. Untungnya, ada metode ampuh dan terbukti efektif yang dapat digunakan perusahaan untuk memastikan kualitas manufaktur terkontrol. Metode itu dikenal dengan sebutan statistical process control (SPC).

SPC didefinisikan sebagai penggunaan teknik statistik untuk mengendalikan suatu proses atau metode produksi. Alat dan prosedur SPC dapat membantu Anda memantau perilaku proses, menemukan masalah dalam sistem internal, dan menemukan solusi untuk masalah produksi.

SPC mengacu pada metode ilmiah, yang dimotori oleh data untuk melakukan analisis dan meningkatkan kualitas yang memungkinkan Anda untuk mencegah terjadinya masalah. Salah satu contohnya adalah membuat control chart—diagram visual yang melacak proses di lantai produksi. Tak hanya itu, SPC juga mampu mendeteksi masalah, variasi, dan defect secara real time.

Control chart membantu Anda mencatat data dan memungkinkan Anda melihat ketika peristiwa yang tidak biasa. Misalnya, ketika observasi yang berlebihan atau malah kurangjika dibandingkan dengan kinerja proses yang tipikalterjadi. Control chart adalah salah satu tool SPC yang populer, yang awalnya dikembangkan oleh Walter Shewhart pada awal 1920-an.

Selain memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperbaiki masalah secara real-time, control chart berbasis SPC juga mengungkapkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Semua itu dilakukan berdasarkan data di semua tingkatan organisasi manufaktur.

Untuk mengetahui pentingnya penggunaan diagram kontrol di lantai produksi manufaktur, Anda harus tahu manfaat utama dari SPC. Beberapa di antara keuntungan yang ditawarkan SPC untuk perusahaan manufaktur di antaranya:

 

1) Mengurangi margin of error

SPC real-time membantu mengurangi margin of error. Karena diagram kontrol mengungkapkan apa yang terjadi di proses manufaktur secara real time, ini memungkinkan operator untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah sebelum menyebabkan masalah yang lebih dalam dalam proses dan produk.

Keuntungan ini akan sangat mengurangi kebutuhan untuk pengerjaan ulang produk atau pengeluaran produk tambahan untuk memperbaiki penawaran.

Menurut pakar statistik Steve Wise, control chart berfungsi sebagai sistem deteksi peringatan dini dalam perangkat lunak pemantauan real-time Anda, memberi tahu Anda bahwa sekarang adalah saatnya untuk masuk dan melakukan perubahan.

Dengan demikian, Anda tidak perlu menunggu seluruh proses selesai untuk mengetahui bahwa Anda sebenarnya harus melakukan penyesuaian tiga jam yang lalu. Karena terlambat mengetahuinya, kini ada biaya yang terkait dengan masalah tersebut.

 

2) Memberi kemampuan untuk melihat data mencegah intervensi berlebihan

Sama pentingnya untuk mengetahui kapan proses Anda berjalan dengan lancar seperti halnya mengetahui ketika ada sesuatu yang salah. Secara khusus, ketika mencoba untuk mendeteksi apakah ada masalah, operator kemungkinan lebih sering mengutak-atik proses yang berjalan dengan benar, yang dapat menyebabkan lebih banyak variasi.

Setelah menganalisis bagan kendali, operator perlu menentukan apakah akan “melakukan sesuatu” (menyesuaikan perilaku dalam proses) atau “tidak melakukan apa-apa” (membiarkan proses berjalan seperti apa adanya). Seringkali, mengetahui bahwa mereka tidak dapat melakukan apa-apa mencegah operator terlalu sering mengintervensi proses mereka.

 

3) Memberi wawasan operasional untuk pemangku kepentingan utama

Mulai dari operator hingga insinyur, manajer, hingga eksekutif, control chart menawarkan berbagai informasi untuk semua pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam pembuatan barang yang diproduksi.

Ketika control chart menunjukkan data berbasis SPC dari repositori data yang terpusat, diagram itu dapat menyatukan data dengan cara yang memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti ke dalam apakah suatu proses perlu diubah. Data gabungan dapat membantu seorang insinyur meningkatkan proses di kemudian hari.

Tak hanya itu, box and whisker yang canggih dan Pareto chart menawarkan pandangan menyeluruh kepada seluruh lantai produksi—atau bahkan di banyak pabrik.

Control chart menyelesaikan kebutuhan kritis untuk berbagai tim yang ditugaskan untuk mengontrol kualitas produksi, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan berdasarkan angka-angka nyata dan bukan asumsi.

 

4) Memberi aksesibilitas data dan visibilitas di lantai produksi

Tanpa akses kepada data, operator, insinyur, dan manajer dapat mengembangkan keterampilan dan metode mereka berdasarkan pendapat dan “naluri.” Meskipun banyak pekerja manufaktur berpengalaman memiliki naluri yang baik, control chart kemungkinan akan memvalidasi apa yang selama ini mereka ketahui sebagai kebenaran.

Namun, tidak semua orang ahli dalam meramal apa yang akan terjadi dalam proses mereka. Oleh karena itu, control chart akan memberi akses kepada informasi dan keterampilan yang sama secara instan kepada karyawan baru ataupun yang sudah berpengalaman.

Control chart tidak hanya meningkatkan level permainan, tetapi juga memvalidasi kebenaran dari apa yang diketahui orang dan menghilangkan mitos tentang proses. Ketika setiap orang memiliki akses ke data yang sama dan berada di halaman yang sama, pengambilan keputusan lebih baik di seluruh organisasi.

Wawasan manufaktur yang didapatkan melalui control chart dan SPC akan memberi Anda keunggulan dibandingkan kompetitor Anda, dan memudahkan Anda mengatasi dan menghindari masalah dalam proses manufaktur.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *