FALSAFAH KAIZEN DALAM KESEHARIAN

Walau banyak yang beranggapan Kaizen dikembangkan untuk membantu bisnis terus berkembang, ternyata falsafah Kaizen juga dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari, tidak peduli seberapa kecil langkah perbaikan / peningkatan yang kita ambil jika dilakukan secara konsisten, tentunya akan membuat diri kita menjadi lebih baik dan membantu usaha kita dalam menggapai tujuan.

Falsafah Kaizen yang diadaptasi dari bahasa Jepang, bermakna “perubahan ke arah yang lebih baik” memiliki landasan keyakinan bahwa perbaikan yang terus-menerus, dari waktu ke waktu akan membawa kebaikan tidak hanya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas dalm konteks bisnis, melainkan meningkatkan produktivitas dan kualitas dari kehidupan personal seseorang.

Melalui Kaizen, banyak perusahaan seperti halnya Toyota mampu bersaing hingga saat ini dan pada kenyataannya Kaizen merupakan salah satu jiwa dari Toyota Way yang berlaku pada semua bidang kehidupan setiap karyawannya. 

Alasan Mengapa Kaizen diperlukan dalam Kehidupan Pribadi Kita?

Berbagai target dan tujuan dalam hidup yang harus dicapai seseorang, kadang menimbulkan rasa takut dan cemas. Apalagi tuntutan dalam mempelajari keterampilan baru, mengejar ide-ide ambisius dapat membuat semua tujuan tersebut terasa makin berat untuk dicapai.

Dalam mencapai tujuan tersebut, sebenarnya kita dapat memulai dengan perubahan-perubahan kecil dengan mengambil langkah-langkah sederhana (layaknya “langkah-langkah bayi” saat belajar berjalan)  setiap harinya dengan konsisten.

Dengan Kaizen, kita memulai dengan menetapkan tujuan yang lebih kecil untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Sama halnya saat anak balita belajar mengeja huruf atau angka, satu per satu setiap hari dengan suasana hati yang riang dan senang, tanpa terasa dalam 1 minggu sudah bisa melafalkan ke-26 huruf atau puluhan angka.

 

Bagaimana Penerapan Kaizen dalam Keseharian?

Jika prinsip-prinsip Kaizen terasa membebani secara teori, yakinlah bahwa manusia dirancang untuk melakukan perbaikan, artinya sebagian besar prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara intuitif.

Berikut adalah 3 cara untuk mulai menerapkan pendekatan Kaizen dalam kehidupan pribadi kita sekarang. Ini akan membantu kita jadi lebih produktif baik di kegiatan kantor atau dalam kegiatan pribadi misalnya: menulis buku, mahir dalam olah raga, ketrampilan bermusik.

Kiat-kiat ini dapat membantu kita mencapai target—secara bertahap.

1) Memulai Sedikit demi Sedikit namun Konsisten

Dengan konsep Kaizen yang “perlahan tapi pasti” kita tak perlu menetapkan tujuan terlalu tinggi. Kita hanya perlu menetapkan langkah-langkah kecil yang akan membawa kita lebih dekat kepada tujuan. Tak hanya itu, kita juga perlu konsisten dengan langkah-langkah kecil itu.

Tujuan yang terlalu ambisius dapat mengintimidasi, mengarah pada penundaan atau penghindaran. Ketika tujuan kita cukup “ringan”, itu akan memperkecil kemungkinan gagal. Itu sebabnya Kaizen sangat banyak digunakan dimana-mana: kita hanya perlu fokus pada langkah-langkah kecil, sehari demi hari.

Sebagai contoh, ketika tujuan kita adalah menulis buku atau skripsi, kita bisa menetapkan target-target kecil setiap harinya. Misalnya, menentukan topik. Lalu esoknya, kita bisa memulai riset soal topik tersebut. Lalu keesokan harinya, kita bisa membuat kerangka tulisan. Lalu mulai menulis BAB I, dan seterusnya, dan seterusnya.

Jika kita memiliki target menurunkan berat badan 20 kilogram, kita tentu tahu bahwa turunnya berat badan tergantung pada intensitas olahraga dan mengurangi asupan kalori. Memulai datang ke gym dan latihan kadang terasa amat berat, dan pemikiran itu cukup menakutkan serta mampu mencegah banyak orang untuk memulai.

Alih-alih datang ke gym selama 1 jam atau langsung lari 5 km, akan lebih baik jika kita memulai dengan berjalan kaki singkat di pagi haricukup 10 menit, yang penting kita sudah meletakkan satu kaki di depan yang lain. 

Hari berikutnya, cobalah berjalan selama 12 menit, mungkin hari berikutnya kita bisa berjalan hingga 15 menit. Dengan menambahkan menit demi menit secara perlahan untuk aktivitas jalan kaki kita, jalan kaki 30 menit dapat menjadi bagian dari rutinitas dengan relatif cepat.

Setelah Anda rutin keluar dan menggerakkan tubuh, kita bisa menambahkan elemen lain ke dalam upaya kita untuk lebih proporsional dan sehat. Mungkin 30 menit berjalan kaki bisa diikuti dengan 10 menit berlari atau meregangkan otot, atau menggunakan beban kecil. Sebelum kita menyadarinya, kita telah membuat rutinitas olahraga baru, bahkan ketrampilan baru.

 

2) Perinci Rutinitas yang Nyaman untuk Kita Lakukan 

Rutinitas (harian) yang selaras dalam mencapai tujuan adalah inti dari Kaizen. Terlebih lagi, ini tentang menetapkan kegiatan rutin dengan detail serta fokus pada tujuan yang realistis, dapat dicapaiserta yang paling cocok/relevan untuk kita.

Kita tidak perlu memulai rutinitas yang ketat sejak hari pertama. Apa yang harus dilakukan melalui Kaizen adalah melaksanakan setiap langkah kecil demi langkah kecil secara rutin, dan tentunya kita dapat mempertahankan rutinitas tersebut karena demikian kecilnya langkah-langkah tersebut. 

Belajar berenang dimulai dengan target sederhana bagaimana agar badan dapat mengapung terlebih dahulu, antara lain dengan cara: tangan memegang tepi kolam renang, di dasar kolam yang dangkal, membiasakan menggerakkan sepasang kaki hingga membuat badan badan dapat mengambang.  

Selain itu, Kaizen memberi kita sedikit ruang bernafas dalam rencana kita, memungkinkan untuk beberapa inisiatif improvement. Sering kali ketika kita membuat rencana, jika salah satu langkah salah / tidak sesuai harapan, Kaizen mendorong penyesuaian internal kecil saat kita menjalankan prosesnya, karena kitalah yang paling tahu tentang rencana dan target-target kita.

Dengan contoh latihan berenang di atas, kita dapat berimprovisasi cara menyelam dan mengambil nafas yang nyaman sesuai dengan kemampuan kita dalam menahan nafasa dan ritme dalam mengayuh lengan dan kaki.

3) Sisihkan Waktu untuk Meninjau Apa yang Sudah Bagus dan Apa yang Bisa Ditingkatkan

Ketika kita sibuk dan terjebak pada rutinitas, kita tidak meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang tidak. Agar Kaizen dapat konissten dilakukan, kita perlu merenungkan bagaimana keadaannya, terutama ketika kita merasakan ada sesuatu yang harusnya bisa diperbaiki / ditingkatkan.

Seorang karyawan Toyota berhenti sejenak untuk melakuakn evaluasi  dan mendokumentasikan poin-poin di mana kondisi lini produksi yang mulai menurun, atau ketika merasa terganggu oleh beberapa aktivitas yang menghambat atau tak nyaman. Reaksi-reaksi tersebut menandakan kondisi dalam sistem yang perlu diperbaiki, tetapi yang lebih penting, kesempatan untuk melakukan introspeksi diri untuk melakukan perbaikan.

Kita bisa melakukan evaluasi sekitar 0,5 jam pada akhir hari atau akhir minggu untuk memprioritaskan fokus dan aktivitas yang akan kita lakukan esok hari. Penting untuk mencapai keseimbangan antara mengoptimumkan pengalaman-pengalaman positif dan negatif agar berbuah hal-hal baik di ke depannya.

Daya magis Kaizen dapat diperoleh melalui Langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan setiap hari akan memberikan dampak yang luar biasa besar, seperti yang disampaikan oleh Bpk Warih Andang Tjahjono (Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia): ”Jika semua orang Indonesia memberikan kontribusi untuk memberikan setiap hari atau diasumsikan 250 juta juta orang, 1 sentimeter Ide setiap hari, maka akan ada 250 juta meter setiap hari. Ini akan menjadikan Indonesia gemah ripah lohjinawi (adil, makmur dan sentosa)”.

 

Adaptasi dari sumber: 

“Why you should add some Kaizen to your life” (Cory Rosenberg); 

“The Japanese philosophy of Kaizen can reinvent your daily routine” (Melody Wilding)

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *