Focused Improvement: Pemikiran Sistematis Dalam Peningkatan OEE

Focused Improvement (FI) merupakan salah satu pilar utama dari Total Productive Maintenance (TPM). Berbeda dengan pilar lainnya, Focused Improvement secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE merupakan satu dari sekian indicator kinerja yang digunakan dalam TPM, terdiri dari:

  1. Availability Rate (%), Persentase waktu mesin beroperasi untuk menghasilkan produk terhadap waktu yang tersedia.
  2. Performance Rate (%), Persentase output mesin actual dibandingkan standar output dari mesin.
  3. Quality Rate (%), Persentase produk yang benar-benar bagus terhadap total produk yang diproses oleh mesin termasuk Rework produk, defects maupun rejects.

Kekuatan dari pilar FI ini terletak pada “Focused” dalam Focused Improvement bermakna “fokus” menanggulangi Major Losses yang menggerogoti profit perusahaan terutama disebabkan : tingginya kerusakan mesin, waktu set-up mesin lama, kecepatan mesin yang terus menurun, mesin berulang kali berhenti walaupun tidak lama (minor-stoppages), material yang terbuang akibat dari tingkat defects yang tinggi. Hal tersebut benar-benar menurunkan efisiensi mesin dan kinerja pabrik atau OEE secara keseluruhan.

Hal yang umum terjadi dalam melakukan Focused Improvement yaitu terjebak pada instant solution, sehingga pada periode tertentu permasalahan yang sama (Major Losses) muncul kembali.

Untuk itu setiap anggota team FI wajib menguasai metode pemecahan masalah yang sistematis melalui teknik mendasar dengan memiliki gambaran yang terstruktur terhadap masalah, kemudian menggali akar penyebabnya dengan bertanya Mengapa berkali-kali (Why-Why Analysis). Hal ini bertujuan dalam melakukan analisa tidak serta-merta mengambil kesimpulan secara singkat (jump to the conclusion) tanpa pembuktian di sumber masalahnya.

Seperti yang diilustrasikan pada diagram di atas, dapat dilihat bahwa kerusakan mesin akibat kebocoran seal dapat dicegah dengan melakukan perawatan element/part X/Y/Z/ dari Cyclone. Solusi tersebut hanya akan dapat diidentifikasi dengan melakukan analisa yang dalam dan sistematis.

Dapatkah Anda bayangkan jika solusinya hanya berhenti pada penggantian seal? Akankah kerusakan yang sama dapat terulang kembali? Berapa kerugian yang diakibatkan hal tersebut? Focus 90% of your time on digging the solutions and only 10% of your time on problems!

 

PQM Consultants menyelenggarakan workshop Total Productive Maintenance pada tanggal 30-31 Oktober 2019 dalam bentuk Public Training, informasi lebih lengkap dapat Anda simak di sini.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *