Kapan Tepatnya Coaching Dilakukan?

Masih ingatkah ketika Anda pertama kali belajar naik sepeda? Betapa kencangnya detak jantung ini ketika pertama kali sepeda melaju dengan kencang, apalagi ketika seseorang yang membimbing kita belajar sepeda mulai melepaskan tangannya dan membiarkan kita mulai mengendalikan keseimbangan kita sendiri.

Kapan tepatnya Anda membutuhkan bimbingan dari seseorang yang mengajarkan Anda sepeda? Ijinkan saya dalam sesi ini membawa Anda dalam sebuah cerita untuk menjelaskan “Kapan Tepatnya Coaching dilakukan?”. Melalui uraian di bawah ini Anda akan saya ajak untuk menemukan situasi-situasi dimana Anda diperbolehkan untuk berimajinasi dan membayangkan ketika Anda berada tepat pada situasi yang berada seperti cerita dibawah ini.

Sebut saja cerita yang akan saya kisahkan kepada Anda ini dibintangi oleh seorang bernama Andi. Ketika mulai mengayuh dan melatih keseimbangan, Andi yang baru saja belajar sepeda mulai oleng dan akhirnya terjatuh. Ia kesal sekaligus sedih bahwa usahanya untuk mempertahankan keseimbangan ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Keinginannya untuk naik sepeda keliling komplek area rumahnya mulai pudar dan tidak seindah ketika ia pertama kali membayangkan betapa nikmatnya berkeliling dengan teman-temannya. Awal yang Indah dikepalanya ketika melihat temannya mampu mengayuh sepeda dengan lancar dan santai kini mulai menjadi sebuah pertanyaan “saya bisa seperti itu tidak ya?”.

Membayangkan cerita tersebut mirip sekali kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita ketika dalam lingkungan pekerjaan kita mulai menemui hambatan dan sedikit putus asa lalu meragukan cara yang kita lakukan selama ini, bahkan tidak jarang mulai mempertanyakan diri sendiri, apakah saya mampu atau tidak melakukannya? Apakah saya berada di jalur karir yang tepat? Apakah pekerjaan ini cocok untuk saya? Apakah… apakah…. Apakah… dan banyak lagi.

Mari kita lihat Andi, apa yang dibutuhkannya ketika ia mengalami situasi tersebut? Butuhkah ia seseorang yang sekali lagi membantunya menjaga keseimbangan? Butuhkah ia seseorang yang mampu memotivasi dirinya? Butuhkah ia contoh nyata bagaimana cara melakukannya dengan cara yang benar? Butuhkah ia seseorang yang mengatakan, ayo coba lagi? Dan seterusnya… jika salah satu jawaban dari pertanyaan tersebut adalah IYA. Maka disaat seperti itulah Andi membutuhkan seorang coach yang dapat membantunya bangkit, keluar dari masalahnya, dan membantunya menemukan solusi dalam permasalahannya.

Seperti itulah juga situasi yang dialami tim kita ketika mereka mulai menemukan masalah dalam pekerjaannya, sesuatu di kehidupan pribadinya yang mengganggu konsentrasi di pekerjaannya, ketika ia mulai berpikir ternyata pekerjaan yang dilakukan tidak semudah yang ia bayangkan, maka saat itulah peran Anda sebagai seorang COACH dibutuhkan.

Lakukan COACHING dan jadilah Coach yang berdampak dengan berfokus pada 3 hal yaitu:

  1. Bantu mereka menemukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi
  2. Yakinkan mereka bahwa merekalah sumber solusi dari permasalahan yang mereka hadapi
  3. Berikan mereka kepercayaan dan waktu untuk belajar dari kesalahan mereka

JADILAH COACH YANG BERDAMPAK BAGI orang yang ANDA PIMPIN

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *