Kesuksesan Pribadi

Dalam suatu reuni bertemu dengan teman-teman kuliah, sering timbul pertanyaan mengenai kabar ter-update dari teman-teman kita. Selain pertanyaan seputar keluarga, pertanyaan lain yang sering muncul dari teman kita adalah seputar pekerjaan “Sekarang bekerja dimana, di bagian apa?” “Apakah sekarang Anda telah dipromosi?” “Saya dengar Anda sudah menjadi GM?” “Sejak kapan Anda dipercaya menjadi Regional Director?” atau pertanyaan lain seputar karir.

Dalam pembicaraan tersebut, disengaja atau tidak, tiap orang akan membandingkan karir dan posisi yang dimilikinya sekarang dengan karir yang diperoleh teman-temannya. Kita sering menjadikan karir teman kita sebagai patokan untuk melihat kesuksesan diri kita. Hal ini wajar, karena teman-teman kuliah memiliki usia yang tidak jauh berbeda dengan kita dan biasanya memulai karir di era yang kurang lebih sama dengan kita.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kesuksesan itu? Ukuran sukses setiap orang tidaklah sama. Idealisme seseorang untuk bisa berkarir di perusahaan internasional yang sudah terstruktur jelas tentu berbeda dengan idealisme orang lain yang lebih suka bekerja di perusahaan kecil namun mempunyai beberapa kewenangan langsung. Demikian juga idealisme seseorang yang hanya mau bekerja sesuai dengan bidang profesinya tentu berbeda dengan idealisme orang lain yang mau mencoba bekerja di luar bidang yang ditekuninya selama ini. Semuanya sama-sama bahagia, sama-sama merasa memberi kontribusi yang berarti, sama-sama merasa sukses.

Lalu siapa yang berperan penting sebagai penentu karir kita? Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang mempunyai kehendak bebas untuk menentukan pilihan-pilihan di sepanjang hidupnya, termasuk pilihan dalam berkarir dan pilihan untuk menentukan idealisme kesuksesannya sendiri. Jadi diri kita sendirilah penentu karir kita ke depan. Meskipun pilihan ada di diri kita, namun untuk mencapai kesuksesan tidak pernah lepas dari pengaruh orang-orang di sekitar kita. Kita membutuhkan dukungan orang lain untuk bisa menapaki karir setahap demi setahap. Bila kita semua membutuhkan dukungan orang lain untuk kemajuan karir kita, janganlah kita selalu hanya melihat dari kacamata “apa yang sudah atasan / perusahaan lakukan untuk saya supaya saya bisa maju”, namun kita juga perlu mengembangkan orang lain agar mereka pun bisa menemukan kesuksesan pribadinya masing-masing.

Kita perlu melihat orang di sekitar kita sebagai sumber kekuatan untuk saling menumbuhkan satu sama lain. Bawahan pun memegang peran penting untuk membuat seorang atasan bisa maju. Seorang atasan harus bisa melihat kekuatan yang dimiliki bawahannya, tidak masalah apakah ia seorang ekstrovert ataupun introvert, karena setiap orang mempunyai kualitas pribadinya sendiri. Bagaimana caranya? Kita perlu mengesampingkan subyektivitas dan mencoba memahami serta menggali kekuatan yang dimiliki bawahan yang akan mendukung karir kita. Bawahan bertumbuh, atasan pun bertumbuh.

Organisasi yang bertumbuh adalah organisasi yang di dalamnya terdapat orang-orang yang saling menumbuhkan satu sama lain. Bila kita menumbuhkan orang lain, kita pun akan mendapatkan kesuksesan pribadi kita

It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed – Napoleon Hill

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *