Koalisi Sponsor: Penentu Kesuksesan suatu Perubahan dalam Organisasi

Bayangkan suatu perusahaan yang sedang menghadapkan masalah yang harus segara dipecahkan supaya tetap bisa bersaing. Direksi dengan gesitnya mengumpulkan tim yang terdiri dari karyawan terbaik dan berprestasi. Tim ini langsung bekerja keras dan mengeluarkan uang untuk merancang sistem dan cara kerja baru yang bukan hanya bisa memecahkan masalah saat itu saja tetapi juga akan meningkatkan kinerja perusahaan. Direksi senang dan ingin cepat-cepat ‘go-live’ dengan solusi terbaru ini. Perubahan yang sebenarnya baik ini ternyata disambut dengan penolakan dan pertentangan dari berbagai pihak. Cerita-cerita seperti ini banyak terjadi di berbagai organisasi dan perusahaan di seluruh dunia yang sedang melakukan suatu perubahan.   Perubahan yang dimaksud juga beragam dari perubahan sistem seperti implementasi ERP atau sistem akutansi sampai perubahan struktur gaji dan kompensasi karyawan.

Dalam McKinsey Global survey tentang Transformasi Organisasi menunjukan bahwa hanya 54% responden yang mengatakan bahwa mereka telah berhasil melakukan transformasi di organisasinya dalam arti mereka mendapatkan keuntungan dari perubahaan itu. Pada akhirnya, perubahan organisasi yang berhasil harus dikaitkan dengan kesuksesan setiap karyawan yang akan terpengaruh oleh perubahan tersebut.

Dalam Prosci’s 2014 Change Management Best Practices Benchmarking Report, penyebab  utama kegagalan suatu perusahaan adalah ketidak berhasilan dalam membentuk  koalisi di antara para sponsor baik di kalangan pimpinan puncak , menengah maupun   pimpinan lini pertama.  Perubahan dalam organisasi membutuhkan sponsor yang aktif dan kelihatan (visible).

Siapakah sponsor-sponsor perubahan  dan apa peran mereka dalam perubahan di  organisasi?

Sponsor perubahan adalah seseorang yang berkepentingan dalam  program perubahan dan juga mempunyai otoritas atau wewenang untuk mengimplementasikan perubahan. Sponsor yang aktif  ialah seseorang yang bersemangat untuk mendorong  proses perubahan dari awal sampai selesai, bukan saja pada saat  ‘kick-off’ meeting. Sponsor yang kelihatan (visible) ialah sponsor yang mempunyai komitmen dan selalu siap hadir dan juga terus  mendukung proses perubahan di waktu-waktu yang penting.

Bagi seorang  manajer perubahan (Change Manager)  yang bertanggung jawab terhadap  perubahan di dalam organisasi, sangat penting untuk memetakan koalisi masing masing individu yang berkepentingan dalam  suatu perubahan. Setelah di petakan, manajer ini harus menganalisa seberapa siap masing masing individu tersebut  untuk menjamin kesuksesan  perubahan. Beberapa pertanyaan yang harus ditanya adalah

  • Apakah individu ini mengerti mengapa perubahan ini perlu dilakukan di dalam organisasi?
  • Apakah individu ini mendukung penuh perubahan ini dan dapat memimpin bawahannya untuk mengikuti perubahan?
  • Seberapa besar pengaruh individu tersebut terhadap karyawan-karyawan lain di dalam organisasi?

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *