Korosi Tidak Pernah Tidur

20 Mei 2000 merupakan malam yang nahas bagi warga USA khususnya yang tengah berada di Lowe’s Motor Speedway Bridge, Concord, North Carolina, USA. Tiba-tiba suara retakan keras terdengar ketika ratusan penggemar NASCAR meninggalkan perlombaan mobil dan melintasi jembatan pejalan kaki ke tempat parkir. Setelah retakan, bagian jembatan sepanjang 80 kaki dari jalan beton dan baja setinggi 320 kaki runtuh terbelah menjadi dua. 107 orang pejalan kaki mengalami cedera akibat terjatuh dari ketinggian 17 kaki. Satu orang di antara yang paling terluka menderita patah tulang belakang, patah tulang panggul, putus saraf dan kedua kakinya hancur. Setidaknya 13 orang terluka kritis akibat kejadian ini.

Peneliti mengidentifikasi bahwa korosi sebagai penyebab melemahnya baja konstruksi sehingga menyebabkan jembatan ambruk. Korosi tersebut disebabkan oleh kalsium klorida, senyawa kimia yang sangat korosif, yang merupakan komponen dari campuran semen (grout) yang mengelilingi baja pada jembatan. Hampir 50 tuntutan hukum diajukan atas kejadian tersebut dengan kerugian biaya yang ditaksir hingga jutaan dolar. (Sumber: NACE, Corrosion Failure: Lowe’s Motor Speedway Bridge Collapse)

Bukan Hal Baru

Komponen logam seperti baja rangka dan baut adalah struktur pertama yang menjadi langganan untuk rusak karena berkarat. Beberapa orang salah dalam memahami bahwa korosi hanyalah perubahan warna dan estetika yang terjadi pada permukaan benda logam. Hal ini tentu saja tidak benar. Korosi adalah suatu proses penurunan mutu (degradasi) dari material akibat bereaksi dengan lingkungannya. Tidak hanya merusak nilai estetika suatu material tetapi korosi dapat menggerogoti material dan membuat material tersebut melemah. Sementara karat adalah Produk dari proses korosi tersebut. Ketika logam teroksidasi, logam menjadi lemah dan tidak dapat menopang beratnya. Hal tersebut bisa sangat berbahaya karena dapat menurunkan kemampuan dari materialnya dan memungkinkan suatu konstruksi runtuh.

Proses yang terjadi pada korosi pada dasarnya merupakan reaksi sel volta, atau galvanis, dimana logam tersebut bertindak sebagai anoda yang secara umumnya memburuk atau kehilangan stabilitas fungsional. Mekanisme korosi terjadi karena reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya. Berikut merupakan komponen syarat terjadinya korosi yaitu:

  • Anoda, terjadi reaksi oksidasi,
  • Katoda, terjadi reaksi reduksi,
  • Elektrolit, dimana perpindahan ion terjadi
  • Metallic path, dimana perpindahan elektron terjadi dari anoda ke katoda.

Jika salah satu syarat tidak ada, maka korosi tidak dapat terjadi.

Ketika logam diproduksi dan menjadi sebuah produk maka logam tersebut dalam hitungan waktu tertentu akan kembali ke kondisi oksidasi alami mereka. Proses ini adalah reaksi reduksi-oksidasi di mana logam teroksidasi oleh lingkungannya. Reaksi ini bersifat spontan dan terjadi secara natural.

Proses korosi akan terjadi alami ketika material dan lingkungan berinteraksi. Itu artinya proses korosi akan selalu terjadi. Itulah alasan bahwa dalam produksi baja sepersepuluhnya berorientasi untuk mengganti komponen dan peralatan yang sebelumnya berkarat. Dengan kata lain, “korosi adalah konsumen utama baja” dan siklus tersebut berlangsung terus menerus secara berkelanjutan. Kesimpulannya, “korosi tidak pernah tidur” Hal tersebut merupakan sistem yang sudah berjalan secara aktif dan natural. Korosi dapat menggerogoti asset dalam semua aspek berupa kerugian secara cost dalam bentuk peralatan maupun infrastruktur dan dapat menjadi ancaman bagi keselamatan seseorang dalam hal keamanan.

Banyak industri terutama minyak dan gas sering gagal merencanakan pencegahan korosi. Sifatnya yang lambat dan berbahaya dapat menipu perusahaan untuk berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, sehingga banyak pula yang tidak berinvestasi secara serius dalam metode pencegahan korosi (Corrosion Prevention).

Kerugian tahunan yang sangat besar akibat korosi harus diminimalkan. Banyak metode tersedia untuk mencegah proses korosi seperti pemilihan material yang tepat (material selection), cathodic protection, corrosion inhibitor, coating dll. Satu atau sejumlah metode dapat digunakan secara bersamaan untuk perlindungan yang efektif. Pemahaman yang tepat tentang dasar-dasar korosi, pengetahuan desain awal struktur logam dan penggunaan metode pencegahan korosi yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk mengurangi kerugian yang cukup besar. Jadi sudahkah Anda menggunakan metode pencegahan korosi yang tepat di tempat Anda?

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *