Manajemen Risiko: Definisi, Manfaat & Implementasinya di Perusahaan

Setiap bisnis dan organisasi nonprofit pasti pernah menghadapi risiko tak terduga yang dapat menguras biaya atau menyebabkannya harus tutup secara permanen. Salah satu contoh konkret adalah pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah bisnis terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki persiapan memadai. Risiko tersebut sebenarnya dapat diminimalkan melalui penerapan manajemen risiko (risk management). Karena manajemen risiko dapat membantu suatu perusahaan atau organisasi mempersiapkan hal-hal tidak terduga dengan meminimalkan risiko dan biaya tambahan sebelum peristiwa tersebut berlangsung.

Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Risiko?

Manajemen risiko atau risk management adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan ancaman terhadap modal dan pendapatan perusahaan. Ancaman atau risiko dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kondisi finansial yang tidak stabil, masalah hukum, kesalahan manajemen strategis, kecelakaan, dan bencana alam.

Mengapa Manajemen Risiko Sangat Penting bagi Perusahaan?

Penerapan manajemen risiko dan prediksi risiko dapat membantu perusahaan menghemat pengeluaran sekaligus melindungi masa depan. Sebab rencana manajemen risiko yang tepat akan membantu perusahaan menetapkan prosedur untuk menghindari ancaman, meminimalkan dampak negatif, serta mengatasi ancaman tersebut.

Kemampuan memahami dan mengendalikan risiko membuat perusahaan lebih percaya diri dalam menentukan keputusan bisnis. Selain itu, prinsip tata kelola perusahaan yang kuat dan berfokus pada manajemen risiko dapat membantu mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen risiko juga memiliki manfaat lain sebagai berikut:

  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terjamin untuk semua karyawan dan pelanggan.
  • Meningkatkan stabilitas operasional bisnis sekaligus mengatur tanggung jawab hukum.
  • Melindungi perusahaan maupun lingkungan sekitarnya dari risiko kejadian yang merugikan.
  • Memberikan proteksi untuk semua orang dan aset yang terlibat dalam risiko berbahaya.
  • Membantu menetapkan kebutuhan asuransi perusahaan sehingga bisa meminimalkan premi yang tidak penting.

Implementasi manajemen risiko harus bisa menjawab beberapa pertanyaan krusial, yaitu:

  • Apa yang salah dengan perusahaan? Pihak yang bertanggung jawab terhadap manajemen risiko wajib mencermati pekerjaan individu maupun lingkungan tempat kerja secara keseluruhan.
  • Bagaimana pengaruh suatu kejadian terhadap perusahaan? Segala kemungkinan kejadian yang berdampak besar atau kecil wajib dipertimbangkan secara rinci.
  • Apa yang bisa perusahaan lakukan untuk mencegah kerugian atau memulihkan keadaan jika sudah terjadi kerugian?
  • Bagaimana perusahaan membayar suatu risiko yang sudah terjadi?

Mengenal Pendekatan Manajemen Risiko

Setelah proses manajemen risiko diterapkan dan risiko spesifik perusahaan telah diidentifikasi, beberapa strategi berbeda ini dapat dipilih perusahaan berdasarkan jenis risiko yang terjadi:

  • Menghindari Resiko
    Walaupun peluang penghapusan risiko terbilang kecil, strategi penghindaran risiko dapat dirancang untuk mencegah ancaman semaksimal mungkin. Sehingga perusahaan bisa menghindari konsekuensi mahal dan mengganggu yang disebabkan oleh suatu risiko.
  • Mengurangi Resiko
    Perusahaan terkadang dapat mengurangi jumlah kerusakan yang ditimbulkan risiko tertentu pada proses operasional perusahaan. Hal ini bisa diwujudkan dengan menyesuaikan aspek-aspek tertentu dari keseluruhan rencana proyek atau mengurangi ruang lingkupnya.
  • Membagi Risiko
    Konsekuensi risiko bisa dibagi atau didistribusikan di antara beberapa peserta proyek atau departemen bisnis. Risiko juga bisa dibagi dengan pihak ketiga, misalnya vendor atau mitra bisnis.
  • Mempertahankan Risiko
    Perusahaan juga dapat mengambil risiko sepadan dari sudut pandang bisnis dan memutuskan untuk menjaga risiko serta menghadapi potensi dampak buruk. Pada pilihan ini, perusahaan akan sering mempertahankan tingkat risiko tertentu jika laba proyek yang diantisipasi lebih besar daripada biaya risiko.

Mencermati Batasan Manajemen Risiko

Penerapan manajemen risiko memang dapat menjadi praktik yang sangat bermanfaat bagi perusahaan. Namun, batasan-batasannya tetap harus dipertimbangkan. Banyak teknik analisis risiko yang bisa dilakukan untuk mencermati batasan manajemen risiko, seperti membuat model atau simulasi yang membutuhkan pengumpulan data dalam jumlah besar. Pengumpulan data ekstensif biasanya relatif mahal dan keandalannya belum dapat dipastikan. Penggunaan data dalam proses pengambilan keputusan mungkin menunjukkan hasil buruk jika indikator sederhana digunakan untuk mencerminkan realitas situasi yang jauh lebih kompleks.

Batasan lainnya adalah keahlian analisis dan waktu. Program perangkat lunak komputer telah dikembangkan untuk membuat simulasi peristiwa yang mungkin berdampak negatif pada perusahaan. Program yang hemat biaya ini terbilang kompleks sehingga membutuhkan personel dengan keterampilan dan pengetahuan memadai untuk memahami hasil analisis secara akurat. Proses analisis data historis untuk mengidentifikasi risiko juga membutuhkan personel yang sangat terlatih. Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut tentu tidak selalu ditugaskan ke proyek, melainkan harus menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan lainnya. Kecenderungan tersebut akan membuat waktu pengumpulan data jadi sangat terbatas dan rentan menimbulkan konflik baru di lingkungan kerja.

Setiap perusahaan harus mampu menerapkan manajemen risiko yang dinamis sesuai dengan kebutuhan di masa kini. Sehingga waktu, tenaga, dan biaya yang disiapkan untuk mengelola manajemen risiko akan sebanding dengan hasil yang diperoleh.

 

Robby Anzil F

Related posts