Melihat ‘Knowledge’ Valentino Rossi Pada Sosok Asisten Rumah Tangga

PENTINGNYA meningkatkan pengetahuan karyawan anda

Saya mempunyai seorang teman yang dapat dibilang sangat sibuk jika sudah mendekati Lebaran. Kesibukannya bukan berkaitan dengan persiapan menyambut keluarga, membuat kue Lebaran atau membeli pakaian baru untuk digunakan pada saat Lebaran. Ternyata kesibukannya adalah untuk mengantarkan asisten rumah tangganya (ART) untuk mudik ke kampungnya, memastikan kebutuhan yang akan dibawa oleh si ART seperti oleh-oleh sudah siap, dan yang terakhir ialah, membuat jadwal khusus untuk menjemput kembali ART kesayangannya itu untuk kembali ke rumahnya. Hebat ya si ART tersebut, kira-kira apa alasan yang membuat teman saya sampai rela ‘kerja ekstra’ demi ART nya?

Sebelum kita ungkap alasan teman saya, mari sejenak kita berbicara dunia otomotif dan balap. Kita semua pasti tahu sosok pembalap Moto GP yang fenomenal dengan julukan The Doctor. Iya betul, dia adalah Valentino Rossi, sang pembalap dengan umur 39 tahun The Doctor dapat dibilang masih memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pembalap muda lainnya seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo atau rekan satu timnya Maverick Vinales. Akan tetapi, apakah hanya karena kemampuan membalapnya saja yang membuat Rossi tetap dipertahankan untuk menunggangi motor dari tim Movistar Yamaha? Pasti ada hal-hal lain yang membuat The Doctor istimewa untuk timnya.

Dari cerita tentang Asisten Rumah Tangga teman saya dan Valentino Rossi tadi, pada dasarnya yang menjadikan mereka istimewa adalah pengetahuan (knowledge) yang mereka miliki. Michael H. Zach (1999) dalam Developing a Knowledge Strategy merangkum pengetahuan-pengetahuan tersebut kedalam tiga kategori, yaitu Core Knowledge, Advance Knowledge, dan Innovative Knowledge.

Seorang ART sudah pasti mengetahui bagaimana cara mengurus rumah, merawat anak, mencuci atau membuat masakan. Itu adalah Core Knowledge. Ketika seorang ART juga mengerti bagaimana belanja secara online, melakukan pembayaran tagihan listrik, bank, atau tagihan lainnya secara online maka itu adalah Advance Knowledge. Dan ketika seorang ART juga memiliki nilai lebih (added value) pada dirinya yang dapat membuat dia sulit untuk digantikan oleh ART lain dan memberikan manfaat lain untuk majikannya, maka itu adalah Innovative Knowledge. Dalam kasus teman saya, ART yang dia miliki dapat berbahasa Inggris dan Arab dengan fasih, dan kemampuannya itu berguna untuk mengajarkan anak teman saya, semacam kursus gratis. Menguntungkan bukan? Tidak heran teman saya rela antar jemput ART-nya ke bandara demi memastikan si “Mbak” tidak direbut oleh orang lain.

Untuk kasus The Doctor, Valentino Rossi. Kemampuannya dalam membalap, “raja tikungan”, dan keberaniannya “head to head” di lintasan balap dengan pembalap lainnya sudah pasti menjadi Core Knowledge yang ada pada diri Rossi. Tapi, semua pecinta Moto GP juga tahu The Doctor sangat paham dengan mesin motor yang ditunggangi. Itu adalah Advanced Knowledge yang dimilikinya. Saking pahamnya dengan mesin motor, tidak jarang Valentino Rossi memberi masukan kepada tim mekanik Movistar Yamaha untuk melakukan perombakan atau peningkatan mesin yang pada akhirnya membuat timnya tersebut mampu bersaing ketat dengan kompetitor sekaligus menjadikan apa yang dilakukannya dijadikan pembanding oleh kompetitor. Hal ini adalah Innovative Knowledge dari seorang Valentino Rossi yang sudah dirasakan oleh Movistar Yamaha, dan sulit dicontoh oleh pembalap lainnya.

Berdasarkan contoh tersebut, dan jika dikaitkan dalam lingkup kerja perusahaan maka ada tiga jenis pengetahuan yaitu:

  • Core Knowledge adalah pengetahuan inti yang diperlukan semua orang untuk bekerja di suatu organisasi/perusahaan. Kenyataannya, jenis pengetahuan seperti ini sering dikatakan tidak memberikan nilai kompetitif apapun. Pengetahuan dasar ini diperlukan seseorang untuk bekerja pada suatu bidang saja. Bisa dibilang ketika hanya mengandalkan jenis pengetahuan ini maka sulit untuk bersaing, karena banyak yang memiliki hal yang sama
  • Advanced Knowledge, pengetahuan jenis ini sering dikatakan sebagai pengetahuan yang memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan dengan memiliki pengetahuan spesifik, menjadikannya berbeda dengan kompetitor. Dengan tahu lebih banyak hal lain dibandingkan kompetitor, atau memiliki pengetahuan yang unik yang tidak dimiliki kompetitor, maka akan menjadikan individu atau perusahaan yang memiliki pengetahuan ini selangkah atau dua langkah lebih maju dibandingkan kompetitornya
  • Innovative Knowledge adalah pengetahuan yang membuat perusahaan dapat menjadi pemimpin pasar, bahkan merubah cara kerja pasar dan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan organisasi/ perusahaan lainnya sehingga sulit untuk tergantikan.

Akan tetapi, yang perlu diperhatikan juga adalah jenis pengetahuan yang semakin bertambah, dan semakin banyak cara untuk diperoleh. Apa yang menjadi Innovative Knowledge atau Advance Knowledge pada diri kita atau perusahaan saat ini, bisa jadi hanya akan menjadi Core Knowledge di beberapa tahun kedepan. Itulah mengapa kita sering mendengar pentingnya untuk melakukan improvement baik untuk diri sendiri maupun perusahaan.

Jadi, silahkan mencari pengetahuan apa yang ingin Anda tambahkan untuk diri Anda, tidak terbatas pada latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya. Dan untuk perusahaan/organisasi, pastikan perusahaan/organisasi wajib untuk mengikuti perkembangan pengetahuan yang ada, misalnya dalam hal teknologi, atau pengetahuan lainnya yang menjadikan perusahaan/ organisasi kita menjadi lebih unik dibanding yang lain, atau bahkan menjadi role model bagi kompetitor.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *