Membayar Lebih Baik Daripada Melakukan Perawatan

Apa yang ada di benak anda ketika membaca judul di atas? Terdengar ironi bukan?

Judul di atas tersebut saya dapatkan berdasarkan pengalaman beberapa hari lalu ketika berkunjung ke sebuah pelabuhan pengiriman barang di daerah Lampung, Sumatera Selatan. Agenda saya selama disana adalah untuk meng-capture masalah yang terjadi dan melihat kesiapan tim untuk menjalankan sebuah program. Ada satu masalah yang saya tangkap dan hal ini saya rasa juga terjadi di tempat lain, yaitu banyak mesin (baik lama maupun baru) yang tidak bisa dioperasionalkan maupun beroperasi tetapi tidak standar. Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan di lapangan bersama dengan tim perawatan, tim operasional, dan general services muncul salah satu masalah dimana aktivitas perawatan (preventive / predictive) tidak bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Sebagai catatan, aktivitas perencanaan perawatan di perusahaan ini sudah sangat baik. Dimana sparepart, prosedur, tim, tools/peralatan, dan jadwal sudah sangat siap untuk bisa dilakukan. Tetapi yang menjadi kendala adalah selalu muncul kata-kata “tanggung”, “sedikit lagi”, “ah..nanti KPI saya tidak tercapai”, dan lain-lain. Apa yang dimaksud dengan kata-kata tersebut? Ya..”tanggung produksi sebentar lagi juga selesai”, “sedikit lagi barangnya juga habis kok”, dll. Kata-kata ini seolah menjadi sakti ketika penalti menjadi ancaman tersendiri buat perusahaan tersebut. Karena jika terjadi keterlambatan pengiriman barang maka mau tidak mau perusahaan tersebut harus membayar penalti yang cukup besar. Ssssttt…just info: sampai tengah tahun ini sudah ratusan milyar dikeluarkan hanya untuk membayar penalti.

Aktivitas perawatan peralatan/mesin yang seharusnya menjadi aktifitas penting dalam sebuah perusahaan akan menjadi nomor sekian ketika dihadapkan dengan penalti. Jika mau dihitung biaya yang harus dikeluarkan, kegiatan perawatan seharusnya menjadi investasi jangka panjang agar penalti tidak terjadi lagi.

Bagaimana jika anda dihadapkan dengan kondisi tersebut? pertanyaannya adalah sampai kapan perusahaan kita akan membayar penalti, atau memperbaiki aktifitas perawatan sehingga menekan/menghilangkan biaya penalti yang harus kita keluarkan?

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *