Mempelajari Kompleksitas Jantung Industri

Tanpa perencanaan dan kontrol produksi, fasilitas produksi tak akan dapat mencapai efisiensi secara menyeluruh, dan pada akhirnya bisa mengarah kepada penumpukan waste. Sebelum menerapkan perencanaan produksi dan sistem kontrol, penting untuk memahami fungsi-fungsi utama yang akan meningkatkan operasi manufaktur Anda. Inilah mengapa peran PPIC di fasilitas produksi sangat penting.

Production Planning and Inventory Control (PPIC) adalah suatu fungsi di perusahaan manufaktur yang bertugas mengatur perencanaan dan pengendalian serangkaian proses produksi. Tanggung jawab PPIC adalah memastikan proses produksi dapat berjalan sesuai dengan rencana dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.  

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat banyak proses produksi. Contoh sederhananya mungkin pada saat kita membeli nasi goreng.  Saat sedang lapar, kita sebagai pelanggan biasanya menginginkan nasi goreng nikmat yang bisa dengan cepat tersaji. Namun terkadang, penjual merespon pesanan kita dengan lambat, tidak memperhatikan permintaan khusus yang kita ajukan dan tidak memberikan informasi mengenai progress pesanan yang kita perlukan. Akhirnya customer merasa  kecewa dan berpaling ke kompetitor.

Bayangkan jika hal ini terjadi di dalam sebuah perusahaan manufaktur! Keterlambatan produksi akan mengakibatkan adanya penalti—mungkin berupa denda atau potongan harga—yang berujung pada kerugian perusahaan yang jumlahnya mencapai jutaan atau mungkin miliaran rupiah.

Inilah mengapa, peran PPIC menjadi sangat penting bagi perusahaan manufaktur. PPIC ibaratnya jantung suatu industri untuk dapat merencanakan dan mengendalikan proses produksi. Mereka juga bisa diandalkan untuk menjembatani perusahaan dengan pelanggan dalam konteks realisasi produk.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai PPIC, khususnya mengenai perannya dalam proses perencanaan dalam suatu industri, PQM Consultants menawarkan alternatif pembelajaran yang tidak hanya praktis, tetapi juga enjoyable.

Pembelajaran mendalam mengenai seluk-beluk PPIC dikemas dalam bentuk sebuah permainan simulasi yang kami sebut “Prodplan Game.” Permainan ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah mensimulasikan perencanaan produksi dan pengelolaan inventori, peningkatan akurasi perencanaan proses produksi, dan memperlihatkan budaya kolaborasi dalam perencanaan tersebut.

Dengan memahami peran PPIC dan memaksimalkannya, pada akhirnya, perusahaan akan didorong untuk menumbuhkan budaya improvement dengan penurunan biaya sebagai bonusnya!

Dalam memainkan game simulation ini, dibutuhkan minimal sebanyak 6 orang. Masing-masing orang akan memiliki peran dan tugas serta tanggung jawab yang berbeda-beda, peran tersebut adalah PPIC, Gudang Raw Material (GRM), Supplier, Production yang terdiri dari Assembly 1 & Assembly 2, Gudang Finished Goods (GFG).

Pada game simulasi ini, proses akan diawali dengan pembuatan Forecast Demand untuk bulan berikutnya berdasarkan Historical Demand yang diperoleh dari beberapa bulan sebelumnya, dari Forecast Demand tersebut akan dibuatkan Work Order (WO) untuk bagian production dan GRM. Setelah Work Order (WO) tersebut diberikan, masing-masing bagian akan memulai tugasnya masing-masing. Bagian GRM akan mengirimkan kebutuhan material ke bagian production sesuai dengan Work Order yang diterima, setelah itu bagian Production akan melakukan produksi. Apabila inventory material yang ada di GRM mendekati out of stock, maka GRM akan melakukan Purchase Order (PO) ke Supplier dengan harga dan lead time tertentu. Ketika produk telah selesai di produksi oleh bagian Production, maka produk jadi tersebut akan diserahkan ke bagian GFG untuk dilakukan penyimpanan dan pengecekan apakah produk sudah sesuai dengan standar atau tidak. Setelah proses produksi selesai, WO telah terpenuhi maka customer akan memberikan real demand untuk bulan tersebut, dan GFG harus menyerahkan produk sejumlah permintaan customer. Apabila stock GFG berlebih maka akan dihitung sebagai biaya inventory GFG dan apabila stock GFG kurang untuk memenuhi permintaan customer maka akan dikenakan biaya backlog (hutang kirim) untuk setiap produknya.

Tidak hanya perhitungan terkait Biaya dan Profit, di akhir simulasi ini setiap tim juga diharuskan untuk menghitung Forecast Error dari bulan berjalan, serta melakukan perencanaan/planning untuk bulan selanjutnya dengan mempertimbangkan kondisi yang ada saat itu, seperti backlog dan inventory. Masing-masing tim juga akan melakukan improvement setelah menganalisa permasalahan ataupun peluang-peluang yang bisa ditingkatkan dalam proses produksinya.

Dengan simulation game ini, kita dapat dengan mudah mengaplikasikan konsep-konsep mengenai PPIC mulai dari perencanaan, eksekusi, evaluasi, hingga improvement secara real.

Melalui simulation game ini, konsep terkait PPIC yang cukup kompleks dapat dipahami dengan lebih mudah. Proses perencanaan, eksekusi, evaluasi, hingga improvement dapat dipraktekkan secara langsung di dalam kelas dan tentunya konsep pembelajaran melalui Prodplan Game ini dapat membuat atmosfer training menjadi lebih enjoyable. Tertarik untuk mencoba?

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *