Proses Ideal Menumbuh Kembangkan Diri untuk Kesuksesan Karirmu

Proses pertumbuhan pohon bambu cukup unik: pada tahun pertama, sebuah pohon bambu ditanam, disiram, dan dirawat dengan baik oleh sang petani. Pada tahun kedua, sang petani tetap setia memupuk, memelihara dengan disiplin dan penuh kehati-hati-an. Namun tetap pertumbuhan pohon bambu tersebut hanya sedikit. Pada tahun ke-empat, meski sedikit terasa lelah karena belum menunjukkan hasil yang signifikan, sang petani tetap konsisten dalam memelihara pohon bambu tersebut. Akhirnya pada tahun ke-lima, usaha sang petani mulai menunjukkan hasil. Pohon bambunya mulai bertumbuh, bahkan dalam satu hari bisa mencapai 60 cm dan dalam satu musim bisa mencapai 8 kaki!

Pertumbuhan pohon bambu lambat dan tak tampak kasat mata di awal. Selama 4 tahun pohon bambu dengan konsisten dan disiplin menguatkan akarnya tanpa banyak terlihat oleh pihak luar secara kasat mata. Pada fase pertumbuhan (the growing phase)-nya, pohon bambu secara perlahan namun pasti membangun kekuatan dan kestabilan akarnya untuk bertumbuh dan berkembang. Lalu pada tahun ke-5, pohon bambu memasuki fase gemilangnya (the rising phase). Pada fase ini, pohon bambu mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dalam waktu yang singkat. Ia mengalami pertumbuhan batang secara eksponensial yang menjadikannya salah satu tanaman dengan rata-rata pertumbuhan tertinggi di dunia. Ia pun menjadi salah satu tanaman dengan nilai ekonomi dan budaya yang besar untuk Asia, terutama Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Bunga Matahari merupakan salah satu tanaman yang mengalami pertumbuhan heliotropisme, yaitu pertumbuhan bunga yang mengarah pada cahaya matahari (the sun direction). Bunga penghasil minyak ini menjadi tanaman yang banyak berkontribusi pada kesehatan manusia karena menghasilkan asam linoleat yang baik bagi tubuh.

 

Your growing phase

Jim Collins mengilustrasikan dengan sangat baik mengenai analogi telur ayam. Tidak setiap orang memperhatikan telur ayam yang ada di meja. Setiap orang sibuk dengan kesibukannya, sampai tiba-tiba sang telur ayam tersebut menetas barulah setiap orang terpukau dan terheran-heran dengan ayam yang keluar dari telur tersebut. Setiap orang merayakan dan terpesona dengan ayam tersebut. Saat menjadi telur, ia tidak menarik perhatian, setelah menjadi ayam barulah ia mempesona banyak orang. Namun dari sisi sang ayam, ia hanyalah hasil dari pertumbuhan yang ia lalui di dalam telur. “Akar bambu” apa yang sedang kita tanam saat ini? “Ayam” apa yang sedang siap menetas dari “telur” kita saat ini? Apa yang sedang kita bangun saat ini dalam organisasi kita? Kekuatan apa yang sedang dipersiapkan matang-matang dalam setiap elemen aktivitas bisinis kita? Apa strategi-strategi jitu yang sedang di-ujicobakan? Apa persiapan pengembangan karyawan yang sedang dipetakan? Suksesi kepemimpinan seperti apa yang sedang dirampungkan? Inovasi-inovasi apa yang sedang ditanam? Hal-hal ini mungkin tidak tampak oleh pihak luar, namun sebagai pihak internal kita mengetahuinya dengan jelas. Perkuatlah pertumbuhan organisasi kita dengan displin dan totalitas berkarya yang dari waktu ke waktu senantiasa diupayakan kesempurnaannya.

Jangan terobsesi oleh hasil instan yang ingin langsung terlihat. Jangan melakukan strategi tambal-sulam yang hanya untuk “menutupi” kepentingan jangka pendek sesaat. Janganlah menyebar atensi pada banyak hal tambahan yang ingin diraih. Namun fokuslah pada hal utama yang penting dan mendasar. Fokuslah senantiasa dalam upaya keras, konsisten, tak kenal lelah dari waktu ke waktu untuk mencapai kegemilangan dalam core bisnis yang dijalani. Eratkan energi positif antar karyawan. Singkirkan energi negatif yang tidak mendukung. Proses pertumbuhan organisasi hanyalah pancaran akumulasi energi positif individu-individu didalamnya. Bertumbuh atau terhambat, semuanya bergantung dari akumulasi sikap-sikap yang dipancarkan setiap anggota organisasi.  Hal yang sama juga dapat kita terapkan dalam pengembangan diri kita. Sejauh mana displin konsistensi perilaku kita sungguh setia dalam menerapkan apa yang telah kita ketahui? Bagaimana dengan habits of learning yang kita miliki saat ini? Habits of learning yang telah menjadi darah daging dalam setiap elemen aktivitas keseharian kita. Habits of learning yang secara automatic senantiasa terpancar dalam sikap, tutur kata dan perilaku kita yang haus akan pembelajaran dan haus untuk berkontribusi bagi kemajuan diri dan kemajuan orang lain. Habits of learning yang tidak bisa tidak, sering menjadi inspirasi bagi orang lain meski mereka sendiri tidak menyadarinya. Contoh paling nyata adalah motto habits of learning dari almarhum Steve Jobs: “stay hungry, stay foolish”. So, what is your habits of learning?

Tantangan terbesar pertumbuhan pribadi kita adalah kebanggaan semu (the unconscious pride) dan ketidakdisiplinan diri (self indiscipline). Unconscious pride merupakan musuh dalam diri kita sendiri yang muncul dalam wujud “ah, saya sudah tahu”, “siapa sih dia, saya lebih berpengalaman kok”, dsb. Musuh dalam selimut ini sungguh cerdik karena memanfaatkan kepandaian analisa kita untuk menyimpulkan tanpa memberi makna pada subjek pembelajaran. Sehingga kita terjebak untuk sibuk menganalisa subjek pembelajaran namun terlewatkan untuk menikmati dan memaknainya. Padahal tidak semua pembelajaran didapatkan melalui kemampuan analisa, namun juga kemampuan menikmati dan memaknai. Unconscious pride tumbuh karena secara tidak sadar kita memupuk rasa “mampu diri” dan secara bersamaan menjadi terlena dan karenanya terlewatkan moment yang kepadanya kita perlu belajar.

So, what to do? Ada waktunya belajar dan proses bertumbuh dilakukan dengan “melepas” apa yang selama ini diketahui dan kemudian mampu terserap sepenuhnya pada subjek pembelajaran yang ditemui. Self indiscipline juga merupakan gunung tantangan besar yang perlu kita daki dan taklukkan. Berapa banyak dari kita sering bertekad “besok saya akan…. “, namun seiring berjalannya waktu tindakan kita belum bersuara lebih keras dari tekad kita. Why? Karena kita belum mengembangkan kebiasaan secara kuat. Eugene Sanchez mengungkapkannya dengan baik : kebiasaan kita memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan kekuatan tekad kita. So, disiplinlah dalam membangun perilaku belajar dan bertumbuh. So, how can we maintain our self discipline? The answer : just do it.

 

Your rising phase

Pada tahun ke-lima, pohon bambu mengalami hasil pertumbuhan yang sangat cepat dan signifikan. Ciri utama dari rising phase adalah pertumbuhan dramatis yang berlipat ganda dan seringkali mengejutkan pihak lain. Bagaimana dengan “pohon bambu” kita? Sudah seberapa menjulang tingginya saat ini? Let’s reflect pada indikator umum: Seberapa loyal dan fanatik pelanggan kita terhadap produk dan jasa kita? Seberapa kagum dan hormat kompetitor kita terhadap organisasi kita? Seberapa besar peran organisasi kita pada pengabdiannya untuk masyarakat dan negara? Seberapa kuat-kah posisi market share organisasi kita yang sering menjadi pembicaraan positif banyak pihak? Hal yang perlu kita waspadai dalam proses pertumbuhan organisasi kita adalah jangan terpaku dan menjadi stagnan dalam growing phase kita. Ada saatnya kita menunjukkan kegemilangan kita untuk semakin menjadi kontributor bagi masyarakat. Sebagai organisasi, jika kita terus menerus berada dalam growing phase, alih-alih mencapai improvement, kita malah terjebak pada lingkaran setan yang seakan-akan memberi kesan bertumbuh padahal kenyataannya adalah stagnan. What’s going wrong sehingga rasanya sulit lepas dari growing phase menuju rising phase? Jim Collins mengungkapkan 3 alasan: lack of discipline people, lack of discipline thought, dan lack of discipline action. Karenanya, disiplin organisasi perlu menjadi budaya perusahaan yang tercermin dalam setiap etos kerja karyawan, cara berpikir karyawan dan kebiasaan berperilaku karyawan.

What about our own rising phase? Hal yang sama dapat kita terapkan dalam pengembangan pribadi kita. Displin perilaku dan sikap positif yang kita lakukan selama growing phase akan menjadi tabungan yang akan kita cairkan pada masa rising phase kita. So, bagaimana tabungan kita selama ini?

 

Your sun direction

Bunga Matahari senantiasa mengarahkan pertumbuhan bunganya ke arah cahaya matahari (heliotropisme). Ke arah manakah kita mengarahkan pertumbuhan organisasi dan diri kita? Apa yang menjadi “matahari” kita?

“Matahari” dalam organisasi kita menjadi ruh, raison d’ etre yang tampak kuat dalam perilaku pertumbuhan organisasi. Banyak organisasi menyatakan “matahari”nya dengan jelas: Unilever menyatakannya dengan “grow people for growth, Starbucks menyatakannya dengan “doing people business while serving coffee”, Kompas group dengan “nasionalisme dan kemanusiaan”, Nokia dengan “connecting people”, Sony dengan “getting happiness through innovation technology”, FedEx dengan “absolutely, positively”. Inilah arah pertumbuhan, sebuah alasan mendasar keberadaan organisasi mengenai perannya dalam kehidupan. What is your sun direction?

Bagaimana dengan “matahari” dalam pertumbuhan pribadi kita. Apa nilai yang menjadi penuntun dalam setiap sikap, tutur kata, pemikiran, maupun perilaku kita? Your focus on kindness:  Kebaikan apakah yang menjadi fokus dari setiap penilaian dan tutur kata kita? Your contribution to the goodness: Kontribusi apa yang manfaatnya jelas-jelas terasa secara positif bagi sebanyak mungkin orang? Hal yang juga perlu senantiasa kita jaga adalah jangan sampai melakukan sabotase sendiri terhadap sun direction yang menjadi pengarah kita. Sabotase pertama terjadi saat nurani dibiarkan tumpul. Tumpulnya nurani terjadi karena pembiasaan yang sering mengutamakan diri sendiri. Ada usaha kuat untuk melindungi diri, cari aman, menyebar tanggung jawab, ambil keuntungan yang kemudian terakumulasi dan menutupi nurani yang seharusnya tetap dijaga benderangnya. Sabotase kedua terjadi saat kebiasaan keseharian tidak dipelihara kedisiplinannya bagi kebaikan. Mulai dari hal-hal sederhana seperti sapaan, perhatian, tatapan mata, cara bicara, niat baik, rasa hormat yang jika tidak dipelihara kekonsistenannya detik demi detik, akan terakumulasi menjadi penghalang kuat bagi pertumbuhan diri.

 

So, let’s grow! Keep discipline on our growing phase, be shining on our rising phase, and always direct our growth to the sun direction.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *