Selain Bergengsi, Ini Alasan Perusahaan Berpartisipasi dalam Deming Prize

Deming Prize adalah penghargaan bergengsi bagi penerimanya, yang menandai bahwa organisasi atau individu tersebut telah berhasil menjalankan program improvement yang sukses. Namun terlepas dari segala gengsi, ada beberapa alasan bagus mengapa perusahaan-perusahaan di dunia terdorong untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Tapi ternyata untuk berpartisipasi dalam penilaian, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi terkait dengan TQM.

Apa itu Deming Prize?

The Deming Prize, adalah salah satu penghargaan tertinggi dalam bidang Total Quality Management (TQM) di Dunia. Penghargaan ini diberikan untuk individu karena kontribusinya dibidang TQM, dan bisnis yang telah berhasil mengaplikasikan TQM.

Pertama kali dianugerahkan pada tahun 1951, nama Deming Prize dipilih untuk menghormati W. Edwards Deming, yang memberikan kontribusi besar bagi proliferasi kontrol kualitas statistik Jepang setelah Perang Dunia II. Ajarannya membantu Jepang membangun fondasi yang membuat tingkat kualitas produk Jepang diakui sebagai yang terbaik di dunia.

Pada awalnya, The Deming Prize dirancang untuk memberi penghargaan kepada perusahaan Jepang atas kemajuan besar yang mereka miliki dalam peningkatan kualitas. Setelah berjalan selama beberapa tahun di bawah bimbingan Japanese Union of Scientists and Engineers (JUSE), saat ini Deming Prize juga terbuka untuk perusahaan di seluruh dunia, baik perusahaan berskala besar, menengah ataupun kecil.

Selain untuk perusahaan, perhargaan ini juga diberikan untuk individu yang diakui telah memberikan kontribusi besar untuk peningkatan kualitas. Penghargaan ini disiarkan setiap tahun di Jepang, yang juga disiarkan melalui televisi nasional Jepang.

Selain hadiahnya yang bergengsi, berikut ini beberapa alasan bagus yang mendorong perusahaan berpartisipasi dalam kompetisi Deming Prize:

 

1) Mengukur Keberhasilan Program Improvement di Organisasi

Perusahaan dan divisi yang mendaftar untuk mengikuti Deming Prize ini, biasanya sudah memiliki pendekatan baru dalam meningkatkan manajemen kualitas untuk memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis mereka, yang kemudian ditantang untuk mengikuti Deming Prize.

Organisasi-organisasi tersebut mengembangkan metode manajemen kualitas yang efektif, membangun struktur untuk mengimplementasikannya, dan mempraktikkan metode tersebut dalam operasional perusahaan.

Umumnya, mereka yang ditantang untuk mengikuti penghargaaan ini memiliki keyakinan bahwa mereka telah memiliki pengalaman yang berharga, dan bahwa prinsip manajemen untuk mencapai kesuksesan bisnis melalui peningkatan kualitas benar-benar berhasil. Dengan menyaksikan keberhasilan organisasi-organisasi ini, banyak organisasi lain yang terinspirasi untuk memulai pencarian mereka sendiri untuk mengimplementasikan manajemen kualitas pada organisasi mereka.

Belajar dari para pendahulunya, para praktisi baru yakin bahwa manajemen kualitas adalah kunci penting untuk meraih kesuksesan bisnis mereka, dan bahwa tantangan untuk mendapatkan Deming Prize dapat memberikan peluang untuk mempelajari metodologi kualitas yang bermanfaat, dan juga akan memberikan kontribusi pada kemajuan organisasi tersebut. Dengan demikian, manajemen mutu akan menyebar ke seluruh lini pada banyak organisasi.

 

2) Termotivasi untuk melakukan perbaikan

Hal juga ini akan mendorong masing-masing organisasi untuk mengembangkan perusahaannya, yang salah satu tujuannya adalah agar perusahaannya dapat lolos proses pemeriksaan yang dilakukan oleh komite Deming Prize. Proses pemeriksaan ini sebelumnya mengundang beberapa kritik karena kriteria penilaian yang tidak jelas.

Namun saat ini kriteria evaluasi, dan penilaian untuk dapat lulus dari pemeriksaan, diinformasikan kepada para peserta secara lebih transparan, hal ini juga ditujukan untuk mengkomunikasikan niat dari Deming Prize dengan lebih jelas.

Namun, sikap dasar Komite terhadap kriteria pemeriksaan ini tetap tidak berubah. Yakni, kriteria harus mencerminkan keadaan dari masing-masing organisasi pemohon. Pemeriksaan yang dilakukan oleh komite Deming Prize tidak mengharuskan pendaftar untuk menyesuaikan diri dengan model yang disediakan oleh Komite Deming Prize.

Sebaliknya, para pelamar diharapkan untuk memahami situasi yang mereka hadapi saat ini, menetapkan tema, dan tujuan mereka sendiri, serta meningkatkan kualitas pada  seluruh organisasi.

Tidak hanya hasil yang dicapai dan proses yang digunakan, efektivitas yang diharapkan di masa depan juga menjadi subyek penilaian. Penguji akan mengevaluasi apakah tema yang ditetapkan oleh pelamar sesuai dengan situasi mereka saat itu; apakah aktivitas mereka cocok dengan kondisi yang dihadapi, dan apakah aktivitas mereka cenderung mencapai tujuan yang lebih tinggi di masa depan.

 

3) Kesempatan untuk Berkembang

Komite Deming Prize memandang proses seleksi yang dilakukan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama, bukan sebagai pemeriksaan. Meskipun dalam kenyataannya pelamar masih menerima ujian oleh pihak ketiga, dimana pendekatan penguji untuk evaluasi, dan penilaian yang diberikan sangat komprehensif. Setiap faktor akan dinilai, mulai dari sikap pelamar terhadap pelaksanaan TQM, status implementasi, dan efek yang dihasilkan, dipertimbangkan secara menyeluruh.

Dengan kata lain, Komite Deming Prize tidak merinci masalah apa yang harus ditangani oleh pelamar, melainkan pelamar sendiri yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, dan mengatasi masalah tersebut, sehingga proses ini memungkinkan metodologi kualitas untuk dikembangkan lebih lanjut.

 

TQC yang telah dikembangkan di Jepang seperti yang dibahas di atas, diadopsi oleh Amerika Serikat pada 1980-an, dan memberikan kontribusi pada revitalisasi industrinya. Istilah TQC telah digunakan di Jepang, itu diterjemahkan sebagai TQM di negara-negara barat. Oleh sebab itu, untuk mengikuti praktik yang diterima secara internasional, Jepang mengubah nama dari TQC menjadi TQM.

Tidak ada kesuksesan yang mudah pada perubahan yang konstan ini. Tidak ada organisasi yang dapat berharap untuk membangun sistem manajemen kualitas yang sangat baik hanya dengan menyelesaikan masalah yang diberikan oleh orang lain. Mereka perlu berpikir sendiri, menetapkan tujuan dan mendorong diri sendiri untuk mencapai tujuan itu.

Untuk organisasi yang memperkenalkan dan menerapkan TQM dengan cara ini, Deming Prize bertujuan untuk digunakan sebagai alat untuk meningkatkan, dan mengubah manajemen bisnis organisasi yang ada.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *