Sukses dengan ‘Mempermainkan’ Pelatihan

Baik untuk melatih pilot untuk menangani kondisi terbang yang berbahaya, meraih loyalitas pelanggan atau melatih karyawan menyajikan cafe latte di Starbucks, banyak bisnis di dunia telah menggunakan keseruan game, atau permainan, untuk mencapai tujuan mereka. Kali ini, kita akan membahas pemanfaatan permainan untuk meningkatkan kemampuan karyawan.

 

Wajah Tika sumringah sore itu. Selepas turun dari ojek online langganan, jemarinya langsung sigap mengusap-usap layar, sambil berharap mendapat token permainan. Tika lega, doa dan usapan jemarinya di layar ponselnya barusan berbuah 40 poin token, artinya kini dia punya 5.000 poin untuk ditukarkan voucher sulam alis seharga Rp500.000.

“Seru, jadinya saya sering lihat penawaran mereka, bikin ketagihan pakai aplikasinya,” kata Tika kepada Improve!

Serunya ‘permainan’ mengumpulkan poin yang dilakukan Tika dalam aplikasi ojek online merupakan salah satu contoh penerapan gamifikasi (gamification) dalam kehidupan sehari-hari. Gamifikasi semacam ini sering kita temukan di berbagai bidang kehidupan.

Memanfaatkan Keseruan
Gamifikasi adalah adalah penggunaan logika dan mekanika game (permainan) dalam konteks atau lingkungan non-game untuk memotivasi kita memecahkan masalah dan untuk lebih terlibat dalam aktivitas yang dilakukan. Sederhananya, gamifikasi digunakan untuk membuat kegiatan sehari-hari lebih menyenangkan dan menarik!

Aplikasi gamifikasi dalam kegiatan sehari-hari semakin marak kita temui belakangan ini. Seperti yang kita tahu, gamifikasi digunakan salah satunya sebagai strategi untuk menarik dan memuaskan pelanggan. Misalnya, mendapatkan engagement pelanggan, menarik pelanggan mengikuti program royalti, atau membangun keintiman dengan pelanggan seperti yang kini kita temukan pada aplikasi e-commerce maupun transportasi online.

Tapi ternyata gamifikasi tak melulu dimanfaatkan untuk menarik minat pelanggan. Metode ini juga kerap dipakai perusahaan untuk memotivasi dan mengembangkan karyawan.

Saat ini, banyak perusahaan mulai memasukkan gamifikasi dan simulasi untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam proses pembelajaran, menggunakan konsep permainan. Keseruan permainan dipercaya mampu membuat program pelatihan lebih efektif, dan hasilnya lebih melekat.

Permainan—Lebih dari Sekedar Menyenangkan
Seorang profesor dari Universitas Colorado Denver, Traci Sitzmann, mempelajari efektivitas gamifikasi selama satu tahun dengan data dari 6.476 peserta dewasa. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa kemampuan peserta yang diberi pelatihan dengan mengikutsertakan simulasi dan gamifikasi meningkat lebih dari peserta yang tak diberikan simulasi dan gamifikasi saat pelatihan.

Terkait pemanfaatan gamifikasi dan simulasi untuk mengembangkan kemampuan karyawan, Sitzmann juga mengadakan serangkaian studi yang menguji efek simulasi dalam rangkaian pelatihan karyawan. Analisis yang dia lakukan meneliti hasil dari 55 studi yang berbeda, yang mengeksplorasi dampak gamifikasi dan simulasi pada pelatihan profesional.

Hasilnya, Sitzmann menemukan bahwa Gamifikasi dan simulasi meningkatkan keyakinan karyawan bahwa mereka dapat melakukan tugas dengan benar sebesar 20 persen.
Mereka yang dilatih dengan simulasi memiliki pengetahuan faktual 11 persen lebih tinggi, kemampuan mengingat materi pelatihan 14 persen lebih tinggi, dan kemampuan menguasai materi pelatihan sembilan persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang menerima pelatihan tanpa simulasi.

Penelitian menemukan bahwa pembelajaran dimaksimalkan ketika simulasi mendorong peserta pelatihan untuk aktif dalam membuat keputusan. Sitzmann juga menemukan bahwa metode permainan ini bisa sangat efektif, namun manfaatnya sendiri ditentukan oleh bagaimana permainan dirancang dan disertakan dalam program pelatihan.

Dia menegaskan, “tujuan utama tim desain permainan dan simulasi (dalam pelatihan) adalah mengeksploitasi potensi dari permainan tersebut untuk meningkatkan keterampilan yang terkait dengan pekerjaan karyawan.”

Jenis Permainan yang Bisa Dimanfaatkan
Dalam Play to Learn (2017), Sharon Boller dan Karl Kapp menjelaskan, selain gamifikasi, ada beberapa jenis permainan yang dapat memberi manfaat. Di antaranya ada entertainment games (permainan untuk menghibur), learning games (bermain sambil belajar), dan simulations (permainan simulasi).

1) Entertainment Games
Fokus dari entertainment games murni untuk kesenangan semata, tidak ada ekspektasi hasil penjualan atau engagement pelanggan. Tidak ada tujuan edukasi di dalamnya. Misalnya, acara permainan atau outing yang diadakan kantor untuk menghibur karyawannya.

2) Learning Games
Learning games dirancang untuk membantu pemainnya dalam mengembangkan kemampuan khusus atau menerapkan konsep baru dalam pekerjaan atau keseharian. Learning games pada umumnya mengkombinasikan kondisi realitas dan elemen-elemen fantasi, namun tidak persis sama seperti realitas yang sesungguhnya. Learning games sendiri biasa disebut juga sebagai serious games atau instructional games.

3) Simulations
Simulations atau simulasi adalah sebuah percobaan untuk menggambarkan keadaan dalam permainan semirip mungkin dengan keadaan aslinya. Simulasi mengakomodasi kondisi yang nyata, berbagai risiko yang ada di lingkungan tertentu, dan efek yang didapatkan dari keputusan yang dibuat pemain. Salah satu contoh simulasi di dunia profesional adalah simulasi menerbangkan pesawat yang rutin dijalani para pilot, baik calon pilot baru atau yang pilot sudah berpengalaman.

4) Gamification
Gamification alias gamifikasi adalah metode yang digunakan untuk memasukkan unsur-unsur permainan ke dalam kehidupan sehari-hari, yang terkadang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Contoh gamifikasi yang sering terjadi adalah leaderboard di departemen penjualan, yang berfungsi untuk memotivasi para staf penjualan untuk mencapai hasil terbaik.

Di Dunia Pendidikan
Dalam dalam dunia pendidikan atau pengembangan sumber daya manusia, seringkali, metode simulasi digunakan dalam penyampaian materi pelajaran agar materi mudah disampaikan kepada peserta. Simulasi juga bisa dijadikan pelengkap pengajaran, supaya sesi pelatihan lebih seru dan menghibur, sekaligus menunjang materi pelatihan itu sendiri.

Dari empat jenis metode permainan yang disebutkan, PQM Consultants mengkolaborasikan aspek simulasi dan learning games untuk mendukung kegiatan pelatihan. Kami menamainya SimLearning, dan sesi-sesinya telah menjadi favorit dan memberi manfaat kepada para peserta didik kami.

SimLearning memberi peserta gambaran yang riil mengenai pekerjaan sehari-hari dan permasalahan yang menyertainya. Metode permainan ini digunakan untuk menggambarkan situasi pekerjaan sehari-hari di berbagai departemen, seperti produksi, pergudangan, maintenance dan sebagainya, tentu saja dengan cara yang amat menyenangkan. (rw.ah)

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *