TOTAL TRAINING MANAGEMENT: Maksimalkan Manfaat Training!

Bila dulu kebanyakan manajemen menyangsikan kegunaan training, kini  semakin banyak yang sadar akan pentingnya aktivitas training. Tetapi sejalan dengan peningkatan apresiasi, ‘tuntutan’ untuk melihat kontribusi training semakin mengemuka. Singkatnya, “Training OK, bahkan harus, tapi dengan syarat : perlihatkan bukti manfaatnya!”.

Memang, dalam semangat melaksanakan training, bila tidak hati-hati, mengakibatkan ketidakjelasan hasil yang diperoleh, dan akhirnya biaya yang dikeluarkan – biasanya tidak sedikit – menjadi mubazir.

Semua ini mengimplikasikan, bahwa training bukan masalah sepele, tetapi harus dikelola secara menyeluruh – Total Training Management. Titik berangkatnya adalah mengidentifikasi kebutuhan pelatihan – Training needs Analysis – secara tajam. Mengidentifikasi bahwa diperlukan pelatihan Supervisory, misalnya, belum cukup. Secara lebih spesifik, bekal apa yang perlu diberikan pada para Supervisor anda : Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawabnya, Ketrampilan dalam memberikan bimbingan, atau Sikap proaktif dan semangat dalam menanggulangi masalah ? Bila gap kebutuhan jelas, maka akan memudahkan dalam memilih dan menyiapkan program untuk menjawabnya. Tidak otomatis berupa training. Bisa jadi hanya diperlukan Job-Aid, atau pada kondisi lain ternyata lebih cocok On-the Job Training. Atau bisa jadi karyawan yang bersangkutan cukup mendapatkan Coaching dari atasannya.

Bila ternyata diperlukan program kelas training, maka ada dua pilihan: “Make or Buy”, dengan acuan  pada rumusan Sasaran Instruksional Training. Cukup sering adalah lebih praktis bagi perusahaan untuk ‘membeli’ dari vendor training, karena tidak cukup personil atau waktu untuk membuat dan membawakan paket program sendiri. Tapi sejumlah program lebih cocok dikembangkan dan dibawakan secara internal oleh orang dalam, karena menyangkut operasi sehari-hari atau produk-produk yang dihasilkan sendiri oleh perusahaan. Dalam hal ini, dibutuhkan ketrampilan merancang dan mengembangkan program training – Designing Training Program. Hal ini menyangkut ketrampilan teknis seperti flow, materi, dan metode penyajian yang membantu berlangsungnya proses belajar secara efisien dan menyenangkan. Selain itu, para instruktur internal tentunya perlu dibekali dengan ketrampilan mengajar : presentasi, menjawab pertanyaan, mempertahankan atensi peserta, dsb – kumpulan ketrampilan yang terangkum dalam Train the Trainers.

Bila training telah terselenggarakan – internal ataupun menggunakan konsultan, hasil training tersebut tentu perlu diukur efektivitasnya – Training Effectiveness Evaluation. Apakah training telah mencapai sasarannya : meningkatkan kemampuan peserta ? mendorong peserta menggunakan ketrampilan di tempat kerjanya? Meningkatkan kinerja organisasi? Tentunya kriteria evaluasi ini mengacu kembali pada Sasaran Instruksional Training yang telah dirumuskan pada di awal persiapan training.

Keseluruhan proses dan aktivitas di atas lah yang tercakup dalam  Total Training Management. Mungkin perusahaan anda tergolong berbudget ketat dalam training, atau sebaliknya soal budget tidak menjadi problem di perusahaan anda. Yang manapun posisi anda, bila ingin mendapatkan hasil training yang lebih baik, perkuatlah setiap proses dalam pengelolaan aktivitas training anda !

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *