KESERASIAN KINERJA SCM: Melihat Bagaimana Perjalanan Uang di Masyarakat

Pernahkah Anda bertanya kemana ‘perginya’ uang Anda selama ini? Pertanyaan ini tentunya bukan ingin menginterogasi kemana habisnya pendapatan Anda dalam satu bulan. Hal tersebut tentu saja menjadi ranah privat pembaca. Tapi, tahukah Anda ternyata perjalanan uang yang beredar di masyarakat selama ini merupakan sebuah fragmen kecil dari ‘siklus’ besar supply chain management.

Pertanyaan kemana perginya uang tadi tiba-tiba saja muncul di benak saya karena selama ini istilah uang dan Supply Chain Management tidak begitu familiar bagi saya. Selama ini SCM lebih sering saya konsumsi disektor industri manufacture. Tidak pernah terpikirkan oleh saya atau mungkin orang kebanyakan bahwa SCM juga diterapkan dalam dunia perbankan.

Kemana Saja Uang Berpetualang?

Uang yang beredar di masyarakat rupanya mengalami ‘perjalan panjang’ setelah keluar dari percetakan Bank Indonesia. Pertama-tama pihak bank mendistribusikan pecahan uang ke ATM-ATM yang mereka miliki melalui bantuan vendor atau dilakukan sendiri. Kemudian, perjalanan uang berlanjut ke tangan dan dompet masyarakat ketika ia diambil dari mesin ATM. Uang-uang tersebut dibelanjakan oleh masyarakat ke beragam tempat salah satunya minimarket atau berpindah tangan kemudian ditabung ke bank lain. Uang-uang yang ada di minimarket dan bank (dalam hal ini cabang) kemudian dikumpulkan oleh bank untuk dilakukan pendataan melalui vendor yang ditunjuknya. Vendor-vendor tersebut kemudian mensortir uang yang terkumpul sesuai kondisinya dan kemudian vendor-vendor mem-packing uang tersebut ke dalam catridge. Selanjutnya uang-uang melanjutkan perjalannya kembali ke ATM-ATM.

Melihat Supply Chain dunia Perbankan Melalui Game

Untuk dapat melihat dengan sederhana perjalanan uang, kami mengemas siklus yang kompleks tersebut ke dalam sebuah simulasi kecil ‘SCM Game’ di industri Perbankan. Dengan simulasi ini aliran fisik uang, biaya transaksi, dan integrasi aliran komunikasi dapat dilihat secara sederhana dalam sebuah canvas.

Simulasi yang benar-benar menggambarkan kehidupan dunia supply chain di mana banyak persoalan-persoalan yang sebenarnya sederhana tetapi selama ini terlihat rumit dan sangat sulit terpecahkan.

Seperti siklus SCM lainnya, terdapat 3 hal yang bisa dijadikan solusi agar ‘perjalanan uang’ terhindar dari kegagalan dalam pengelolaannya:

  • Informasi yang akurat, jelas dan mudah di akses.
  • Semakin mengecilkan ketidakpastian demand dan menghindari tingginya biaya operasional dengan melakukan improvement di sepanjang rantai supply.
  • Mengintegrasikan entitas secara ‘end to end’ dengan memperbaiki kualitas S&OP dan Collaboration Planning, Forecasting, Replenishment. Yang bertujuan untuk menghadirkan keterbukaan informasi dari masing-masing entitas.

Ukuran keberhasilan dalam pengelolaan SCM sendiri sudah diperkenalkan dalam frame SCOR (Supply Chain Operations Reference) yang di diciptakan oleh Supply Chain Council (SCC). Dalam management SCM yang baik, poin-poin di bawah ini perlu diperhatikan.

  • Keandalan (reliability) dalam perfect order fulfillment. – Di bank, bisa dilihat ketika masyarakat mengambil uang di atm, uang selalu tersedia.
  • Responsivitas (responsiveness) dalam order fulfillment cycle time. – Dalam menyediakan uang di ATM, proses pengiriman uang cepat
  • Ketangkasan (agility) dalam meningkatkan daya saing. – Mampu memenuhi besar kecilnya permintaan pengisian uang di ATM
  • Biaya (cost) dalam total cost to serve. – Biaya operasional dalam pengisian cartridge murah
  • Manajemen aset (asset management) dalam cash-to-cash cycle timeinventory days of supply, dan return on fixed asset. – Utilisasi dalam penggunaan kendaraan baik,

Saat ini, kompetisi di dunia perbankan yang terjadi selain memberikan servis terbaik bagi nasabah, juga kemampuan menyediakan produk perbankan kepada nasabah dengan baik dan cepat. Di dunia perbankan yang kompleks, simulasi SCM dalam bentuk game akan mempermudah kita untuk melihat masalah dan memunculkan ide-ide perbaikan.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *