To Communicate means to Connect

Komunikasi adalah lebih dari sekedar bertukar informasi. Komunikasi juga berarti melakukan “connect” dengan pihak partner bicara kita. Banyak diantara kita hanya sekedar berbagi informasi namun belum menciptakan “connect” dengan orang lain. Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell : Everyone communicates, few connect.

Wow, benar sekali! Setiap hari kita melakukan komunikasi; baik dengan keluarga kita, rekan kerja, atasan, pelanggan, teman, bahkan orang asing. Namun berapa persen diantara komunikasi tersebut yang kita sungguh-sungguh “connect” dengan partner bicara kita? Yang kita sungguh-sungguh membangun kepercayaan? Yang membuat hubungan lebih akrab?

Dibutuhkan mindset dan ketrampilan yang tepat untuk mampu menjadikan kita melakukan “connect” dengan orang lain dalam komunikasi kita. Salah satu mindset utama adalah selalu berupaya menemukan kesamaan (find common ground) dengan orang lain. Dalam komunikasi betapa kita sering memfokuskan diri pada kepentingan kita sendiri dan perbedaan kita dengan orang lain. Hal ini yang akhirnya bisa menimbulkan konflik dan ketidaksepahaman. Padahal dengan menemukan kesamaan, pembicaraan menjadi lebih inspiratif, relasi pun menjadi lebih erat.

Menemukan kesamaan dapat tercipta ketika kita mendengarkan dengan empati dan mengesampingkan arogansi kita. Biarkan orang lain mendidik kita dengan ide, pengalaman, maupun cerita mereka. Dengarkanlah terlebih dahulu! Mengesampingkan arogansi juga berarti menganggap penting apa yang disampaikan / dikomunikasikan dari orang lain kepada kita.

Mindset find common ground juga perlu didukung oleh teknik yang tepat. Salah satu teknik yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan matching terhadap partner komunikasi kita. Bayangkan anda berbicara dengan anak usia 5 tahun dimana anda dan anak tersebut sama-sama sedang berdiri. Sebaiknya saat berbicara dengannya, anda berjongkok untuk menyamakan postur tinggi anda dengan tinggi anak tersebut. Dengan demikian, anda pun menjadi lebih “connect” dengan sang anak. Anda pernah melakukan ini? Secara tidak langsung anda sebenarnya melakukan teknik matching

Bayangkan pula misalkan anda sedang berkunjung ke rumah sakit menjenguk kerabat anda yang sudah berusia lanjut. Ia sulit berkomunikasi, nafasnya pun juga agak tersendat. Untuk itu, anda duduk di samping ranjangnya, memegang tangannya lalu berbicara perlahan dengannya mengikuti irama pernafasannya. Anda pun menjadi lebih “connect” dengan kerabat anda tersebut. Anda pernah melakukan ini? Ini juga salah satu contoh teknik matching. Teknik matching adalah salah satu teknik dari ilmu NLP (Neuro Linguistc Programming) yang dapat kita latih dalam diri kita.

Komunikasi adalah suatu seni yang bisa dipelajari, dilatih dan ditumbuhkembangkan. Setiap dari kita mampu untuk bertumbuh dalam kemampuan komunikasi kita.

“Heart to heart conversations are the best to me. Everyone’s vulnerable. Vulnerability attracts honesty, honesty attracts soul connections”

Anonymous –

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *