
S&OP adalah pondasi yang seharusnya menyatukan rencana dan realita operasional. Namun ketika pondasi ini lemah, perusahaan menghadapi pola masalah yang berulang setiap bulan, sales menetapkan target tinggi, produksi kewalahan, purchasing ragu menentukan pembelian, gudang penuh tetapi tetap kekurangan stok. Forecast meleset, inventory membengkak, dan biaya operasional meningkat. Jika ini terjadi di perusahaan Anda, besar kemungkinan proses S&OP belum terkelola secara efektif.
S&OP Adalah: Pengertian dan Sejarah Singkat
S&OP (Sales and Operations Planning) adalah sebuah proses manajemen terintegrasi yang menyelaraskan rencana penjualan dengan rencana operasional perusahaan.
Secara sederhana, S&OP adalah mekanisme untuk memastikan bahwa permintaan pasar (demand) selaras dengan kemampuan pasokan (supply) dalam jangka waktu tertentu, biasanya bulanan.
Konsep S&OP mulai berkembang pada tahun 1980-an di perusahaan manufaktur Amerika Serikat sebagai respon terhadap meningkatnya kompleksitas supply chain dan kebutuhan akan koordinasi lintas fungsi. Seiring waktu, S&OP berkembang menjadi bagian penting dalam perencanaan bisnis strategis dan tidak hanya digunakan oleh perusahaan manufaktur, tetapi juga distribusi, retail, hingga industri jasa.
S&OP bukan sekadar meeting bulanan. S&OP adalah proses pengambilan keputusan berbasis data yang melibatkan sales, operations, finance, dan top manajemen.
Tujuan S&OP dalam Perusahaan
Implementasi S&OP bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dan visibilitas dalam perencanaan bisnis. Beberapa tujuan utama S&OP adalah:
1. Menyelaraskan Supply dan Demand
Menghindari overproduction maupun kekurangan stok dengan perencanaan yang lebih akurat.
2. Meningkatkan Akurasi Forecast
Dengan kolaborasi lintas departemen, data permintaan menjadi lebih realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Mengoptimalkan Inventory
Mengurangi inventory berlebih tanpa meningkatkan risiko stockout.
4. Meningkatkan Profitabilitas
Perencanaan yang terintegrasi membantu perusahaan mengontrol biaya produksi, penyimpanan, dan distribusi.
5. Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis
S&OP menyediakan gambaran menyeluruh bagi manajemen untuk mengambil keputusan berbasis data.
Tanpa proses S&OP yang jelas, setiap departemen cenderung berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, konflik prioritas sering terjadi dan kinerja perusahaan menjadi tidak optimal.
Mengapa S&OP Penting untuk Perusahaan?
Di era persaingan yang semakin dinamis, perusahaan dituntut untuk responsif terhadap perubahan permintaan pasar. Tanpa sistem perencanaan yang terintegrasi, perusahaan berisiko mengalami:
- Ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan
- Biaya inventory yang tinggi
- Penurunan service level
- Konflik internal antar departemen
S&OP membantu menciptakan satu versi kebenaran dalam organisasi. Semua fungsi berbicara berdasarkan data yang sama dan bergerak menuju tujuan yang sama.
Namun, banyak perusahaan gagal dalam implementasi S&OP bukan karena konsepnya salah, tetapi karena kurangnya pemahaman, disiplin proses, dan kemampuan analisis. Di sinilah peningkatan kompetensi menjadi kunci.
Rekomendasi Training S&OP di PQM Consultants

Agar implementasi S&OP berjalan efektif, perusahaan membutuhkan pemahaman yang kuat tentang proses, peran lintas fungsi, serta teknik perencanaan yang tepat.
PQM Consultants menyediakan program pelatihan yang relevan untuk mendukung implementasi S&OP, yaitu Public Training Supply Chain Management
Melalui pendekatan aplikatif dan berbasis studi kasus industri, peserta tidak hanya memahami konsep bahwa S&OP adalah proses perencanaan terintegrasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks perusahaan masing-masing.
Tidak hanya Public Training yang disediakan oleh PQM Consultants, kamu juga bisa bekerjasama untuk membuat private training S&OP untuk perusahaanmu, mulai dari penggunaan istilah hingga studi kasus yang dirancang khusus sesuai kebutuhan perusahaan. Yuk konsultasikan gratis in-house training bersama PQM Consultants
Artikel ini bersumber dari Linkedin Post Yozie Syamsubar