Internal Trainer Lebih Dari Sekedar Mengajar

Jika Anda adalah seorang internal trainer, tahukah Anda bagaimana proses terpilihnya diri anda sebagai seorang internal trainer?

Banyak sekali perusahaan yang memiliki internal trainer di dalamnya. Ada internal trainer yang dipilih karena ia memiliki kemampuan presentasi yang baik, ada juga yang dipilih karena ia memiliki spesialisasi tertentu, ada pula yang melalui proses rekrutmen yang langsung ditempatkan sebagai internal trainer. Berbagai cara dapat dilalui perusahaan untuk memiliki internal trainer, namun terdapat satu persamaan dari para internal trainer terpilih yaitu memiliki kemampuan yang lebih / berbeda. Hal tersebut adalah pertimbangan yang tepat untuk memilih seorang internal trainerberkualitas.

Salah satu tanggung jawab internal trainer sudah pasti memberikan pelatihan. Dalam proses nya, para karyawan yang menjadi peserta pelatihan mendapatkan langsung baik pengetahuan (knowledge) atau kemampuan (skill) yang dibutuhkan guna membantu pekerjaan mereka sehari-hari. Respon peserta pun beragam, mulai dari yang melihat sebelah mata kepada sang trainer ataupun materi yang disampaikan, ada juga yang biasa saja, sampai peserta yang mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang diberikan. Semua respon tersebut adalah hal yang wajar, namun ternyata terdapat benang merah dari apa yang diharapkan peserta kepada sang trainer yang telah memberikan pelatihan. Apakah itu ?

Ketika Anda menghadiri pelatihan, apa salah satu pertanyaan yang ada di benak Anda?

Apakah trainer-nya menguasai materi? Apakah materinya cocok untuk saya? Apakah dapat saya implementasikan di pekerjaan saya? atau… Apakah sang trainer mampu melakukan apa yang dia katakan? Semua itu adalah hal yang wajar bukan? Ketika peserta memiliki pertanyaan seperti itu. Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebutlah semua mata tertuju pada sang internal trainer, bahkan sesudah pelatihan dilaksanakan sekalipun. Sehingga penting sekali bagi seorang internal trainer selain ia mengajar, ia akan menjadi salah satu orang yang menarik perhatian para peserta sesudah pelatihan sebagai contoh hidup “apakah sang trainer perlu diikuti sesuai yang telah diucapkan pada sesi pelatihannya?” dan dalam konteks ini, hal tersebut dikenal sebagai Role Model. Betul sekali, sebagai contoh hidup.

Jadikan diri Anda sebagai perilaku yang dapat dicontoh. Jika materi Anda mengenai keselamatan kerja, pastikan Anda mengikuti prosedur keselamatan tersebut. Jika materi Anda berhubungan dengan kerapihan penampilan, pastikan kita memulai kerapihan penampilan tersebut di diri sendiri. Jadilah role model, dampak dari hal tersebut adalah membentuk imej / kesan terhadap pribadi sang internal trainer, bahkan membantunya dalam menarik perhatian para peserta di dalam kelas pelatihan. Tumbuhkan imej tersebut, semakin baik imej yang tumbuh dan terbentuk maka semakin mudah internal trainer mempengaruhi peserta atau calon peserta pelatihannya.

Untuk membantu memudahkannya, saya akan berikan sedikit tips dalam hal ini. Perlu disadari terlebih dahulu, bahwa imej positif yang terbentuk disesuaikan dengan konteks materi yang kita bawakan. Jika materi Anda adalah memperkenalkan bagian mesin baru (bukan cara memakai mesinnya), pastikan Anda mengetahui persis bagian mesin tersebut dan jangan terjebak untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda memahami prosedur pakai mesin tersebut (berfokuslah pada apa yang seharusnya). Perlu diingat, berfokuslah membangun diri menjadi seorang trainer yang juga dapat menjadi role model. Berhati-hatilah, karena menjadi role model bukan berarti kita berfokus untuk membangun imej diri, hanya cukup menjadi seorang trainer yang melakukan apa yang dikatakan. Dan bantulah orang-orang di sekitar kita, rekan kerja kita, dan perusahaan tempat kita bekerja dengan membantu mereka sepenuh hati.

Trainer is more than a job, it is a gift – Anonymous

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *