
Dalam dunia industri, downtime mesin bukan hanya soal gangguan teknis, tetapi juga kerugian produktivitas, biaya, hingga keterlambatan pengiriman. Karena itu, banyak perusahaan mulai menerapkan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Lantas total productive maintenance adalah apa sebenarnya? Mengapa metode ini menjadi standar dalam peningkatan efisiensi operasional di banyak perusahaan manufaktur maupun jasa? Simak penjelasan, dan contoh lengkapnya di bawah ini.
Total Productive Maintenance Adalah
Total Productive Maintenance adalah pendekatan manajemen pemeliharaan yang bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas peralatan produksi melalui keterlibatan seluruh karyawan.
Berbeda dengan konsep maintenance tradisional yang hanya menjadi tanggung jawab tim teknisi, TPM melibatkan operator, supervisor, hingga manajemen untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal.
Tujuan utama dari penerapan TPM dalam perusahaan adalah:
- Mengurangi downtime mesin
- Mencegah kerusakan sebelum terjadi
- Meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi
- Mengurangi waste dalam proses operasional
Selain itu, TPM juga dikenal sebagai bagian penting dari filosofi Lean Manufacturing, karena fokus pada eliminasi kerugian (losses) dalam proses produksi.
Pentingnya Total Productive Maintenance
Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya TPM setelah mengalami masalah operasional berulang, seperti mesin sering rusak, target produksi tidak tercapai, atau biaya maintenance yang terus meningkat.
Berikut alasan mengapa TPM menjadi penting:
1. Mengurangi Downtime Produksi
Kerusakan mesin yang tidak terencana dapat menghentikan seluruh proses produksi. TPM membantu perusahaan beralih dari perbaikan reaktif menjadi perawatan preventif.
2. Meningkatkan Produktivitas
Mesin yang terawat dengan baik bekerja lebih stabil, sehingga output meningkat dan variasi kualitas dapat ditekan, serta mendukung proses produksi berjalan lebih konsisten setiap hari.
3. Meningkatkan Kepedulian Operator
Dalam TPM, operator tidak hanya menggunakan mesin, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kondisi dasar mesin melalui autonomous maintenance.
4. Menekan Biaya Operasional
Kerusakan besar seringkali berawal dari masalah kecil. TPM membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum menjadi biaya besar
Contoh Penerapan Total Productive Maintenance
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana penerapan TPM secara umum di perusahaan:
Autonomous Maintenance
Operator melakukan pemeriksaan harian seperti membersihkan mesin, mengecek pelumasan, dan memastikan tidak ada komponen longgar sebelum produksi dimulai.
Planned Maintenance
Tim maintenance menjadwalkan penggantian spare part berdasarkan data penggunaan, bukan menunggu hingga mesin rusak. agar operasional tetap stabil, biaya terkendali, produktivitas meningkat, serta downtime dapat diminimalkan maksimal.
Focused Improvement
Tim lintas departemen melakukan analisis untuk mengurangi minor stoppage yang sering terjadi pada mesin produksi.
Melalui langkah-langkah tersebut, perusahaan dapat meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) secara signifikan.
PQM Consultants Hadirkan Training Total Productive Maintenance

Training Total Productive Maintenance (TPM) dari PQM, dirancang khusus untuk membantu Anda memahami konsep TPM secara komprehensif dan relevan dengan kebutuhan perusahaan saat ini.
Pelatihan TPM ini mengintegrasikan prinsip continuous improvement dengan keterlibatan aktif seluruh karyawan, sekaligus mendorong pemanfaatan peralatan produksi secara optimal guna mengurangi berbagai potensi kerugian dalam proses operasional, seperti kerusakan mesin (breakdown), produk cacat (defect), hingga risiko kecelakaan kerja (accident).
Training TPM dari PQM Consultants dibuat dalam dua konsep, yaitu Public Training dan In-House Training.
Jadi, Anda bisa mengikuti public training yang memang sudah tersusun dan melakukan pelatihan bersama dengan rekan dari perusahaan lain, selain itu Anda juga bisa memilih in-house training yang mana jika Anda ingin dilakukan dan desain khusus untuk perusahaan Anda.
Jangan lewatkan! Bulan April 2026 ini, PQM Consultants akan menghadirkan Public Training TPM: Increase Company Competitiveness Through Total Productive Maintenance.
Dalam training ini, peserta akan mempelajari tahapan implementasi TPM dan pilar-pilar utama TPM secara komprehensif, indikator dan ukuran keberhasilan penerapan TPM, hingga best practice implementasi di berbagai perusahaan. Materi disusun secara aplikatif agar peserta mampu mengurangi downtime, meningkatkan produktivitas, serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan kerja. Training ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan praktisi dan memperluas wawasan implementasi TPM di industri. Cek informasi selengkapnya dan segera daftarkan diri Anda!