Apakah Pemeriksaan QC/ Inspektor Kita Sudah Valid

Dalam sebuah kelas training yang kami selenggarakan, salah satu peserta menyela dan bertanya kepada saya saat sesi kedua training Six Sigma Green Belt baru dimulai. Ia bercerita sering kali menyaksikan pengecekan terhadap produk di perusahaannya yang dilakukan oleh satu inspektor/ QC berbeda dengan inspektor/ QC lainnya padahal masih di perusahaan yang sama. Padahal, produk yang dicek sama, alat/ instrumennya dalam kondisi sama, yang berbeda hanyalah inspektornya. Dengan raut muka yang kebingungan, ia bertanya, kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Jawaban:

Kasus seperti ini terjadi karena belum diterapkannya sistem untuk menguji kevalidan dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh inspektor-inspektor tersebut. Sistem yang digunakan untuk menguji kevalidan adalah Measurement System Analysis (MSA). MSA adalah analisa terhadap semua kegiatan, prosedur, alat ukur (gage) dan peralatan yang lain, perangkat lunak, personil dan asumsi yang digunakan, untuk mengetahui seberapa baik sistem tersebut dapat menghasilkan hasil pengukuran/ penilaian yang benar.

Dalam Measurement System Analysis kita akan melakukan pengukuran mengenai variasi yang dihasilkan dari suatu pengukuran yang berulang dengan menggunakan instrumen yang sama. Variasi yang dihasilkan berasal dari Repeatability dan Reproducibility?

Repeatability adalah Variasi antara pengukuran satu dengan pengukuran berikutnya dari part yang sama, karakteristik yang diukur sama, oleh orang yang sama menggunakan alat yang sama. Ini merupakan konsistensi dari satu operator dalam melakukan pengecekan.

Reproducibility adalah Variasi antara rata-rata pengukuran dari operator yang berbeda menggunakan alat ukur yang sama pada saat mengukur karakteristik yang sama dari part yang sama/identik.

Setelah saya jawab panjang lebar, peserta training tadi kembali meminta izin kepada saya untuk bertanya. Bagaimana kita bisa menerima hasil dari pengukuran yang dilakukan oleh operator kita? Ujarnya waktu itu.

Jawaban:

Setelah dilakukan uji MSA, pengukuran yang dihasilkan dapat diterima jika variasi Repeatability dan reproducibilitynya kurang dari 10%.

Jika ternyata hasil uji MSA mendapatkan hasil yang lebih besar dari 10%, maka perlu dilakukan analisis terhadap proses pengecekan yang dilakukan oleh masing-masing inspektor. Apakah ada permasalahan dalam metode checking ataupun skill dari tiap inspektor. Pastikan bahwa inspektor-inspektor kita telah teruji sehingga hasil pemeriksaannya dapat dipercaya.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *