KILAS BALIK 33 TAHUN PERJALANAN PQM CONSULTANTS

Ketika sudah punya banyak pengalaman dan pengetahuan serta pekerjaan yang berada dalam zona nyaman, mayoritas orang mungkin berpikir untuk tidak menerima tantangan baru dalam hidupnya. Bertahan dengan hal-hal
yang sudah dimiliki memang terasa realistis. Namun, tidak demikian halnya dengan para founder PQM Consultants yang lebih memilih mendirikan usaha baru berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

Sejarah Berdirinya PQM Consultants

Pendirian PQM Consultants bukanlah buah pemikiran satu orang saja, melainkan hasil kolaborasi para founder yang memiliki latar belakang pengalaman berbeda. Almarhum Paulus Abdi Setiawan, Kristanto Santosa, serta Dr. Boenjamin Setiawan awalnya merupakan kolega di Kalbe Group yang sepakat mendirikan perusahaan konsultan di bidang peningkatan produktivitas dan kualitas.

Dalam perjalanan mendirikan PQM Consultants, Alm. Paulus mengajak serta Eko Hendriyanto, rekan aktivis organisasi Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia (PMMI). Keduanya memiliki pemikiran dan minat yang sama di bidang kualitas. Kolaborasi berlanjut ketika satu kolega founder memperkenalkan Sonny Irawan yang saat itu baru kembali dari Jerman. Pengalaman dan pengetahuan Sonny Irawan turut menyempurnakan PQM Consultants. Hingga akhirnya PQM Consultants berdiri tahun 23 Oktober 1987 berdasarkan keputusan akta notaris.

Ada hal menarik di balik pemilihan nama PQM. Kala itu, para founder sepakat menambahkan kata “Consultants” di belakang nama PQM sebagai brand positioning yang ingin menegaskan bahwa PQM adalah perusahaan konsultansi. Itulah sebabnya PQM tidak menggunakan nama learning ataupun training. Kendati demikian, saat itu rupanya bisnis pelatihan memiliki pasar yang lebih besar. PQM tidak menutup diri dan berupaya mengikuti trend market dengan memberikan pelatihan. Rencana untuk tetap bergerak di bidang konsultansi menjadi impian yang terus dikejar. Hingga akhirnya saat ini PQM Consultants berhasil mengembangkan pelatihan maupun konsultansi sesuai dengan permintaan pasar.

Jatuh Bangun di Tahun Pertama

Memulai segalanya dari nol bukanlah perkara mudah. Hal itu tentu disadari oleh kelima founder PQM Consultants. Awalnya, PQM Consultants jauh dari kesan perusahaan konsultansi yang mewah dengan fasilitas lengkap. Kristanto dan Sonny menceritakan bahwa awalnya PQM Consultants hanya berkantor di sebuah ruangan kosong, tepat di atas kantin perusahaan Kalbe Farma. Ruangan tersebut menjadi tempat para founder bertukar pikiran, membuat perencanaan, dan menjalankan operasional PQM Consultants.

Layaknya sebuah startup yang memulai perjalanan dari tempat kecil, PQM Consultants juga mengalami hal yang sama. Perjalanan yang mulus tidak menjadi bagian dari proses awal membangun PQM. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan dan dialami para founder mulai dari tidak menerima gaji, susah payah membangun relasi, kerugian
di tahun pertama dan sejumlah kendala lainnya. Namun, para founder menyadari bahwa hal tersebut adalah proses alami yang harus dilewati oleh perusahaan baru. Sehingga berbagai kendala tersebut tidak mematahkan semangat para founder hingga akhirnya perusahaan masuk ke fase yang lebih stabil.

Ciri Khas yang Dimiliki PQM Consultants

Menurut Kristanto, ciri khas yang membedakan PQM Consultants dengan perusahaan konsultansi lainnya adalah keyakinan para founder mengenai fokus PQM dalam melayani klien. PQM sangat fokus pada kualitas. Bahkan, Alm. Paulus menyatakan bahwa “quality is the future”.

Selain kualitas, dahulu perusahaan konsultan yang juga di bidang produktivitas dan manajemen kualitas belum membentuk entitas PT seperti PQM, melainkan sebatas menjadi bisnis sampingan dari beberapa profesional Latar belakang profesionalitas dan entitas dalam bentuk perusahaan inilah yang menjadi peluang bagi PQM Consultants untuk terus bertumbuh dan meraih pangsa pasar lebih besar dan menyeluruh.

PQM Consultants Senantiasa Menjunjung Tinggi Value dan Visi Misi

Semua organisasi dapat bertahan karena memiliki tujuan yang jelas. Alm. Paulus adalah sosok yang berusaha mengarahkan dan mendukung terbentuknya nilai (value) serta visi dan misi PQM. Hal tersebut semakin dibutuhkan ketika jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di PQM semakin bertambah dan jumlah klien yang ditangani semakin banyak. Kehadiran visi misi dan nilai-nilai dalam perusahaan menjadi guiding principal yang membantu segenap karyawan PQM bergerak ke arah dan tujuan yang sama. Nilai-nilai yang dipegang teguh oleh PQM adalah: Customer Focus, Growing Together, Entrepreneurial Spirit, Integrity and Ethical Conduct.

Proses penanaman nilai-nilai pada sistem internal PQM juga bukanlah proses yang mudah. Pengalaman-pengalaman yang terjadi semakin menyadarkan PQM tentang pentingnya value. “Value menjadi solid saat terjadi konfrontasi dengan realita hidup.” ungkap Kristanto.

Tantangan yang Sudah Dilalui

Banyak tantangan dan krisis yang pernah dihadapi PQM, salah satu yang terbesar adalah krisis tahun 1998 yang pernah melanda Indonesia. Saat itu, banyak perusahaan yang meniadakan bujet untuk mengikuti program training. Tantangan besar lainnya adalah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh penjuru dunia.

Era new normal membawa tantangan baru bagi PQM yang diprediksi turut menimbulkan perubahan jangka panjang pasca pandemi. Proses dan cara kerja mengalami banyak perubahan. Aktivitas online mulai menjadi rutinitas dalam proses operasional PQM. Kini PQM Consultants terbiasa memfasilitasi kebutuhan klien secara online ketika melakukan aktivitas training, coaching, consulting, dan marketing. Perubahan ini tentu menuntut para
konsultan dan tim support PQM untuk menguasai teknologi pendukung secara cepat dan efisien.

Bagaimana Cara PQM menghadapi Tantangan di Masa Depan?

Training masih menjadi program andalan PQM. Dalam kondisi saat ini, PQM memiliki satu pola pikir yang selalu ditanamkan dan diakui klien, yaitu kustomisasi (mindset customizing). PQM percaya bahwa customizing menjadi hal penting bagi proses konsultasi dan training. Di tengah kondisi rentan mengalami perubahan dalam waktu singkat, melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan klien adalah hal yang wajib dilakukan. Perkembangan teknologi dan kehadiran generasi milenial telah mengubah landscape business secara cepat dari prediksi awal. Proses adaptasi PQM untuk mengimbangi perubahan yang terjadi secara cepat tentu harus dapat diterima oleh semua perusahaan, apapun bidang industrinya.

Pandangan PQM Consultants Tentang Klien

Sebagai perusahaan yang memberikan layanan konsultasi dan training, kepuasan klien adalah target yang harus dicapai PQM Consultants. PQM dapat tumbuh karena kepercayaan dan hubungan baik yang dibina dengan klien. Kristanto menyatakan bahwa hubungan antara PQM Consultants dengan klien tak sebatas hubungan komersial saja, melainkan menjadi suatu intimasi dan loyalitas yang harus terus dijaga.

Sudut pandang PQM tersebut menegaskan bahwa menjaga relasi dengan klien selalu menjadi fokus PQM, terutama di masa-masa sulit seperti yang sedang dihadapi Indonesia seperti saat ini. Layaknya sebuah investasi jangka panjang, hubungan baik yang dipadukan dengan salah satu value PQM yaitu customer focus dipercaya memberikan banyak dampak positif di masa depan. “Being trustworthy is profitable”, demikian yang diungkapkan Kristanto Santosa. Senada dengan hal tersebut, Sonny Irawan menyatakan bahwa sesungguhnya PQM sangat beruntung memiliki klien yang loyal sehingga dalam kondisi seperti ini organisasi tetap dapat berjalan. Ungkapan itu yang menegaskan bahwa kepercayaan klien adalah kunci perkembangan PQM.

Pada akhirnya, estafet dalam bisnis harus terus berlanjut. Para founder mesti mempercayakan kepemimpinan PQM kepada manajemen baru yang akan melanjutkan regenerasi bisnis. PQM akan terus berjalan beriringan dengan perubahan dan tantangan dari waktu ke waktu. Langkah PQM memang tak selalu mulus. Kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi sesuai kondisi adalah nilai yang selalu dipegang teguh oleh tim PQM Consultants. “The more you pursue success, the more challenging will be”. Itulah kalimat penutup yang disampaikan Kristanto Santosa untuk menggambarkan bahwa PQM Consultants harus menghadapi pertambahan usia dengan melakukan
inovasi berkesinambungan.

Related posts