MENGINTIP SEJARAH, MENATAP MASA DEPAN PENGEMBANGAN SDM DI PT BUKIT ASAM TBK

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki sejarah panjang yang turut mewarnai industri batu bara nasional. Kini, perusahaan yang memulai kegiatan operasionalnya sejak tahun 1919 ini menjadi perusahaan batubara paling sukses di tanah air serta teguh menjalankan komitmen pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Masa Krisis SDM Berkualitas Pada tahun 2009, PTBA tengah menghadapi situasi sulit lantaran “kehabisan” SDM unggulan. Padahal, keberadaan SDM berkualitas sangat penting untuk mendukung regenerasi pekerja senior yang saat itu harus pensiun dalam kurun waktu beberapa tahun berikutnya.

Masalah besar tersebut berusaha diatasi PTBA dengan menggandeng PQM Consultants untuk mewujudkan percepatan pengembangan karyawan melalui program Management Trainee (MT). Salah satu peserta yang pertama kali mengikuti program MT pada tahun 2009 tersebut adalah Fenny Widyastuti. Sekarang, Fenny telah memegang jabatan penting sebagai Manajer Rekrutmen dan Pembelajaran PTBA. Tim PQM Consultants mewawancarai Fenny untuk melakukan kilas balik tentang krisis SDM yang dihadapi pada tahun 2009 tersebut. Menurut Fenny, saat ini masalah SDM yang sempat dialami PTBA di tahun 2009 telah dijadikan standar upaya
pengembangan SDM. “PTBA vakum melakukan rekrutmen sangat lama. Pada tahun 2009, PTBA berupaya mencari talent terbaik untuk dijadikan penerus dan pimpinan organiasi di masa depan” ujar Fenny.

Program MT PTBA di tahun 2009 diikuti oleh kurang lebih 117 peserta. Para peserta program MT PTBA mendapatkan berbagai pembekalan yang meliputi program operational excellence, leadership, dan basic management. Manajemen PTBA berharap program-program dapat membentuk peserta MT menjadi pemimpin-pemimpin yang nantinya membuat proses PTBA menjadi lebih efisien dengan biaya rendah serta kualitas pelayanan yang lebih baik.

Menurut Fenny, program MT yang diikutinya memberikan banyak dampak positif bagi perjalanan karirnya. Program tersebut berhasil mempersiapkan dirinya dan rekan-rekannya dalam memasuki lingkungan bisnis perusahaan batubara. “Waktu pertama masuk, kami cukup kaget melihat para senior-senior yang usianya terpaut jauh (dengan kami), sedangkan kami kebanyakan adalah fresh graduate. Untungnya, pembekalan yang diberikan PTBA melalui program-program pelatihan bersama PQM sangat efektif dan mendukung kami untuk beradaptasi”.

Mempersiapkan SDM Sebagai Pondasi Perusahaan di Masa Depan
Setelah 11 tahun berlalu sejak program MT PTBA dilaksanakan, kini Fenny dan rekan-rekannya yang merupakan angkatan pertama program tersebut telah menjabat beragam posisi penting di PTBA. “Bahkan di angkatan saya itu sudah ada yang BOD-1 (Setingkat Senior Manager)”, ujar Fenny bangga. Program MT PTBA yang dijalankan tahun 2009 tidak berlalu begitu saja. Banyak nilai-nilai penting yang tetap digunakan dalam strategi pengembangan PTBA hingga saat ini. Sekarang, program tersebut mulai bertransformasi menjadi program pengembangan yang lebih spesifik sesuai fungsi dan jenjangnya, antara lain: BA-SDP (Bukit Asam Supervisory Development Program), BA-BMDP (Bukit Asam Basic Management Development Program), BA-MMDP (Bukit Asam Middle Management Development Program), BA-EDP (Bukit Asam Executive Development Program)

Selain merealisasikan MT sebagai program akselarasi, PQM Consultants juga membekali PTBA dengan program leadership maupun operational excellence, seperti:

  • Program Operational Excellence untuk para supervisor di salah satu unit pelabuhan pada tahun 2015.
  • Program Pre-Employment.
  • Employee Trainee.
  • Basic Management tahun 2016.
  • Leadership Development mulai dari level supervisor hingga manager di tahun 2017.
  • Membangun Matrix Development bagi seluruh karyawan.

Fenny berharap pengembangan matrix development nanti akan mendukung SDM PTBA dan membentuk kompetensi teknis dan manajerial dari tiga sisi pengembangan yaitu formal learning, experential learning, dan, social learning.

Tetap Berkomitmen Mengembangkan SDM di Masa Pandemi
Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor bisnis di dunia. PTBA tentu tak luput dari risiko tersebut. Beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang wajib ditunda. Hal ini sangat berpengaruh terhadap program pengembangan karyawan PTBA. Fenny mengaku bahwa tim HR yang ia pimpin harus sigap beradaptasi dengan perubahan kondisi. Karena kegiatan divisi HR memang selalu melibatkan banyak orang dalam satu tempat, misalnya aktivitas training, assessment, coaching, dan lainnya.

Dukungan tim IT (Information Tchnology) yang sigap membuat pengembangan SDM di PTBA tidak terhambat di masa pandemi. Penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis mobile dapat memfasilitasi pengembangan SDM di PTBA.

“Kami memiliki CISEA yang berisi beberapa aplikasi PTBA, salah satunya adalah aplikasi yang berhubungan dengan Human Capital Management melalui self paced learning yang kami namakan BA-Tutor (Mini Learning Management System) dan BA-Pedia (Knowledge Management). Karyawan PTBA diperbolehkan mengunggah materi pada aplikasi tersebut sesuai dengan bidang yang sudah ditetapkan. Program tersebut juga memiliki fitur kolom diskusi.” Ujar Fenny.

Fenny menjelaskan bahwa saat karyawan PTBA mampu belajar tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Pada aplikasi BA-Tutor, tim HR telah mengunggah video-video pembelajaran sekaligus memungkinkan karyawan membuat modul pembelajaran yang bisa diakses oleh semua karyawan PTBA lainnya. Tim HR PTBA juga menyediakan evaluasi, post test, final test, hingga penerbitan sertifikat secara elektronik (e-certificate).

Selain menggunakan aplikasi buatan sendiri, PTBA juga tetap bekerja sama dengan PQM Consultants dalam hal pembelajaran online. “Yang kami dapatkan bukan sekadar webinar, melainkan juga pelatihan penuh yang dilaksanakan secara online dan tetap berlangsung efektif”. pungkas Fenny.

Related posts