Penerapan Kaizen di Kehidupan Pribadi: Perbaikan 1% yang Datangkan Kesuksesan

Selama ini, mungkin kita mengenal Kaizen sebagai filosofi bisnis. Namun pada hakikatnya, “Kaizen” adalah praktik memperbaiki diri sendiri atau memperbaiki proses dengan melakukan beberapa tindakan kecil, bertahap, setiap hari, sehingga terbentuk kebiasaan yang mengarah kepada kesuksesan. Pakar karier Jack Kelly mengajak kita untuk menerapkan Kaizen dalam keseharian, untuk membuka pintu kesuksesan pribadi kita!

Pernahkah Anda mencoba metode diet baru yang dianggap sangat mudah? Diet ini menjanjikan kesuksesan instan, dan Anda bisa langsung turun tiga kilogram dalam semalam kalau menjalaninya. Perwakilan yang mengiklankan metode diet tersebut mengatakan, “Luar biasa, saya berhasil turun lebih dari 10 kilogram dalam seminggu!” 

Biasanya, skema diet ini tidak pernah berhasil dalam jangka panjang. Jika mereka berhasil melakukannya, maka kita semua yang menjalankan diet yang sama akan terlihat bugar dan langsing. Lebih buruk lagi, penelitian menunjukkan bahwa kita cenderung tidak bertahan lama dengan diet kita jalani, dan akhirnya malah menambah berat badan karena merasa tersiksa dan kelaparan selama beberapa waktu. 

Waktu pun berlalu dan kita beralih kepada tren diet berikutnya, dan siklus yang sama berlanjut.

Alih-alih mencoba perubahan drastis dengan harapan langsung mencapai hasil positif, ada saran yang lebih baik untuk kita.

Mari berkenalan dengan konsep “Kaizen.” 

Kaizen adalah praktik memperbaiki diri sendiri atau memperbaiki proses dengan melakukan beberapa tindakan kecil, bertahap, setiap hari, yang kemudian membentuk kebiasaan yang melekat danpada akhirnyamembuat kita sukses.

Walaupun istilah Jepang ini memiliki nuansa eksotis dan kuno, Kaizen secara ironis dikembangkan oleh pengusaha Amerika. Pemerintah AS tidak selalu memiliki anggaran perang triliunan dolar seperti sekarang, dan secara finansial tidak dapat secara efisien membangun pabrik-pabrik persenjataan baru untuk menunjang Perang Dunia II. Sebuah rencana dirancang untuk memungkinkan industri membuat perbaikan kecil dan terus-menerus pada pabrik yang ada, sementara memperbaiki proses di pabrik mereka untuk membangun persenjataan baru. Sistem ini kemudian berkembang menjadi filosofi bisnis. 

Supervisor di pabrik ditantang untuk mencari ratusan hal kecil untuk diperbaiki, karena tidak ada cukup waktu atau sumber daya untuk melakukan perubahan besar secara tiba-tiba pada peralatan mereka.

Amerika memperkenalkan konsep tersebut kepada Jepang setelah Perang Dunia II dalam upaya membantu mereka membangun kembali ekonomi Jepang. Jepang mengambil ide ini dan mempopulerkannya. Gagasan perbaikan kecil, terus-menerus, dan bertahap ini dikenal sebagai Kaizen. 

Perusahaan mobil Jepang, khususnya Toyota, lalu mengadopsi teknik ini dan akhirnya mulai mengungguli kompetitor Amerika mereka.

Filosofi Kaizen sangat membantu dalam kehidupan pribadi dan profesional kita. Alih-alih mencoba membuat perubahan kehidupan radikal dalam semalam, kita seharusnya mulai dengan perbaikan kecil setiap hari. Fokus untuk mendapatkan peningkatan 1% lebih baik setiap hari. 

Peningkatan skala kecil mulai bertambah seiring dicapainya pencapaian di hari berikutnya. Pada awalnya, perubahan akan tampak tidak penting. Secara bertahap, kita akan mulai melihat adanya perbaikan. Seiring waktu, akan ada perubahan positif yang mendalam. 

Satu persen perbaikan yang dilakukan setiap hari akan berlipat ganda setiap 72 hari. Ketika orang mengatakan “orang kaya semakin kaya,” itu benar. Jika Anda memulai dengan banyak uang dan menginvestasikannya secara konservatif, bahkan pada tingkat pengembalian yang rendah, bunganya akan bertambah dan kekayaan Anda akan tumbuh pesat selama bertahun-tahun.

Harap jangan mengharapkan hasil instan, karena ini merupakan pendekatan perolehan kecil yang membosankan, menjemukan, tetapi efektif. Misalnya, dalam sepak bola, Kaizen setara dengan menggiring bola beberapa meter melintasi lapangan, alih-alih memberikan umpan dari tengah lapangan yang menggembirakan di detik terakhir pertandingan.

Perubahan jangka panjang yang nyata akan muncul melalui perbaikan bertahap yang kecil dan berkesinambungan. Misalnya, jika tujuan Anda adalah mencari pekerjaan baru, inilah cara Anda menerapkan Kaizen:

 

Hari 1: Mulailah menyusun CV atau merevisi CV yang Anda miliki sekarang.

Hari 2: Perbarui profil LinkedIn Anda.

Hari 3: Mulai membangun jejaring di LinkedIn.

Hari 4: Hubungi perekrut yang bisa dihubungi.

Hari 5: Cobalah bicara pada perekrut lain untuk mengukur pasar kerja.

Hari 6: Bertemu dengan perekrut untuk mendiskusikan peluang.

Hari 7: Cari pekerjaan online yang relevan.

Hari 8: Setelah menemukan beberapa posisi yang sesuai, kirim CV Anda untuk melamar lowongan yang tersedia.

Hari 9: Beri tahu teman dan kolega dekat bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru dan tanyakan apakah mereka punya prospek.

Hari 10: Beli pakaian baru untuk wawancara.

Hari 11: Cari ajang-ajang networking di bidang Anda untuk membangun jaringan.

Hari 12: Mendaftar untuk acara tersebut.

Hari 13: Jadwalkan dan hadiri wawancara.

Hari 14: Datang wawancara kerja.

 

Hanya dalam dua minggu, Anda telah melakukan traksi yang signifikan. Temukan sesuatu yang ingin Anda tingkatkan dan coba lakukan 1% lebih baik dari hari sebelumnya. 

Jangan tergoda atau menjadi tidak sabar dan buru-buru melakukan semuanya sekaligus. Prinsipnya adalah melakukannya dengan perlahan, mantap, konsisten, dan fokus pada melakukan sesuatu yang sedikit lebih baik daripada yang Anda lakukan sehari sebelumnya.

Sama seperti ketika Anda mandi, menyikat gigi dan menyisir rambut setiap hari, memasukkan teknik perbaikan diri Kaizen ke dalam rutinitas harian Anda, dan Anda akan kagum dengan hasil jangka panjangnya.

 

PQM Consultants akan menyelenggarakan pelatihan Kaizen Event & Factory Tour in collaboration with PT Yamaha Music Manufacturing Asia yang akan dilaksanakan pada 5-7 November 2019. Kunjungi website kami untuk informasi dan pendaftaran. Klik Di Sini

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *